9 Situs Pembuat Desain Grafis Ini Membantumu Mendapatkan DesainProfesional

Selasa, 18 September 2018

Saat ini kebutuhan akan desain grafis merupakan kebutuhan umum. Hampir setiap elemen membutuhkan desain grafis.



Anak baru lahir, butuh desain grafis untuk membuat kartu ucapan kelahiran. Toko online mau ngadain promo, butuh desain grafis untuk membuat brosur atau selebaran promo. Kelas online membuka preview kelas, butuh desain grafis untuk membuat pengumumannya. Seorang narablog juga wajib menggunakan desain grafis untuk mempercantiknya blognya, dari membuat header, blog image title, dan infogafis.



Buat kamu yang aktif  di media sosial, menguasai pembuatan desain grafis sederhana itu penting banget.

 

Baca juga : Ini Lho Manfaat Positif Media Sosial!



 



Situs Pembuat Desain Grafis Online



Saat ini kebutuhan desain grafis dapat dipenuhi dengan mudah. Banyak sekali situs pembuat desain grafis, gratis lagi. Kamu tidak harus mahir mendesain karena disediakan banyak template yang bisa digunakan. Cukup klak-klik untuk memodifikasi, jadi deh!



 





  1. Canva





Canva

Canva adalah andalan saya dalam membuat desain grafis. Selain mudah digunakan, template yang dimiliki Canva sebagai situs pembuat desain grafis terbilang lengkap.



Kawan suzan dapat memilih template untuk membuat media grafis media sosial, media grafis blog, cover buku, undangan, brosur, portofolio, bahkan infografis.  Tinggal gimana kamu otak-atik saja. Dijamin, nagih!



Oia … selain versi web, Canva juga tersedia dalam versi aplikasi android. Keduanya sama mudahnya untuk digunakan. Sebelum menggunakan pembuat desain grafis ini, kamu harus daftar dulu. Enggak masalah sih menurutku, apalagi ada akses daftar via facebook atau google.



Koleksi template Canva ada yang gratis dan ada yang berbayar. Namun, enggak usah khawatir. Template bayarnya tetap masih bisa dipakai kok, cukup ganti saja gambarnya. Jangan gunakan gambar bawaan Canva. Asyik kan?



Saya mah enggak tanggung deh kalau Kawan Suzan lupa waktu kalau udah main-main sama si Canva!





  1. Snappa





 

Snappa

Hampir mirip seperti Canva, Snappa juga merupakan situs pembuat desain grafis. Aplikasi desain berbasis browser ini juga memilki beragam template walau tidak sebanyak Canva. Namun, template Snappa cukup keren. Snappa bukan hanya berfokus pada gambar saja, tetapi lebih ke grafisnya. Tidak heran kalau hasil desain Snappa terlihat lebih keren.



Sayangnya, untuk versi gratisnya Snappa tidak mengizinkan pengguna menyimpan project. Tidak seperti project Canva yang akan tersimpan otomatis, project Snappa hanya bisa diunduh atau dibagikan. Untuk mendapatkan fitur menyimpan pekerjaan, pengguna harus upgrade ke versi berbayarnya.



Bagi saya sih, enggak masalah. Selama hasil desain masih bisa diunduh, no problemo! J





  1. Be Funky





Be Funky

Sebelum menjadi situs pembuat desain grafis, Be Funky awalnya adalah situs untuk mengedit foto. Sebenarnya pilihan template-nya lumayan banyak dan bagus sih. Sayang, lebih banyak template berbayarnya dibanding yang gratis.



Jadi, kalau kamu mau bebas memakai template yang ada di situs pembuat desain grafis ini, kamu mesti berlangganan bulanan. Versi gratisnya ada sih, tapi enggak se-OK yang berbayar. Ya, iyalah!





  1. Fotor





Fotor

Dari namanya saja ketahuan kan, Kawan? Yups! Sama seperti Be Funky, Fotor ini awalnya juga digunakan untuk mengedit foto. Namun, saat ini Kawan Suzan dapat membuat berbagai desain grafis dengan fotor.



Situs pembuat desain grafis satu ini memilki banyak template yang cukup keren. Sayangnya, situs web-nya lumayan berat sehingga perlu menunggu beberapa waktu untuk load ke halaman situs. Eh, atau jangan-jangan laptop atau jaringan internetku yang enggak mumpuni? Haha ..



Satu hal lagi yang tidak kusuka dari si Fotor adalah untuk dapat menyimpan dan menghilangkan watermark pada hasil desain, kamu harus mengupgrade akun. Tidak cocok bagi saya yang masih demen yang gratisan.



 



  1. Venngage





Venngage

Sebagai situs pembuat desain grafis, Venngage memiliki template yang lengkap dan cukup customizable. Template yang ada sangat mudah dikustomisasi. Penyesuaian jenis dan ukuran fonr, warna, efek gambar, dan penyesuaian lainnya sangat mudah dilakukan, hampir mirip dengan Canva.



Untuk dapat menggunakan Venngage, kamu cukup daftar, GRATIS. Daftarnya saja yang gratis. Kalau  mau mengunduh hasil desain  yang sudah kamu buat, kamu harus meng-upgrade ke akun premiumnya.  Namun, kamu dapat menyimpan hasil desain kamu di akun yang sudah dibuat. Nah, kalau mau pos hasil desainmu, embed gambarnya langsung ke situs pembuat desain grafis ini.



 


  1. Poster My Wall



Poster My Wall

Kalau situs pembuat desain grafis yang satu ini khusus buat kamu yang mau membuat desain poster, seperti namanya. Situsnya ringan dan cepat. Desain template-nya keren dan bagus. Gratis lagi! Cocoklah kalau mau bikin desain poster!



Untuk menggunakan situs ini, kamu hanya tinggal daftar. Hasil desain juga dapat diunduh dengan mudah. Untuk versi gratis, kamu dapat menikmati hasil gambar dengan basic quality web. Kalau ingin mendapatkan desain dengan kualitas gambar yang tinggi, kamu dapat menggunakan versi berbayarnya.



 



  1. Fotojet





Fotojet

Tampilan Fotojet hampir mirip dengan Canva. Dari segi penggunaan juga mirip. Mudahlah pokoknya, tinggal klak-klik saja.



Sayang, situs ini berat. Untuk loading, saya masih suka menggunakan Canva. Namun, kalau menghendaki desain yang beda secara Canva sudah banyak banget nih yang pakai, bisalah kapan-kapan situs pembuat desain grafis dicoba.



 


  1. Adobe Spark Post



Adobe Spark Post

Aplikasi yang mirip Canva dan Snappa ini merupakan aplikasi  desain sederhana dari Adobe. Bener-bener sederhana sehingga mudah banget digunakan. Cocok sekali untuk orang yang mau membuat desain tetapi tidak mempunyai keahlian.



Ada banyak template desain yang dapat dipilih. Namun, sebelum menggunakan kamu perlu mendaftar dulu. Tenang saja, bisa daftar cepat via google atau facebook kok. Jadi enggak ribet!



 



  1. Visme





Visme

Visme merupakan situs pembuat desain grafis yang msih terbilang baru dan belum populer. Mirip dengan Canva, Visme dapat digunakan untuk membantu pembuatan desain presentasi, banners, infografik, dan sejenisnya.



Untuk menggunakan situs pembuat desain grafis ini, kamu cukup daftar. Template desain yang ditawarkan Visme cukup keren. Sayangnya, lebih banyak yang berbayar daripada yang gratis.  Cjiah, ketahuan suka yang gretongan. 



Nah, itu dia beberapa situs pembuat desain grafis yang dapat kamu manfaatkan untuk membuat desain cantik nan ciamik. Enggak perlu sewa jasa desainer, cukup mau belajar dan berusaha. Dari sekian banyak, andalan saya masih Canva. Mungkin karena paling duluan kenalan.



Kalau Kawan Suzan punya situs lain yang biasa Kawan Suzan pakai, boleh dong dibagi di kolom komentar.

Cara Penulisan Judul yang Benar Sesuai PUEBI

Sabtu, 15 September 2018

Judul merupakan poin penting sebuah teks bacaan. Judul adalah ujung tombak bagi penulis yang menentukan apakah orang akan tertarik melanjutkan untuk membaca atau tidak. Oleh karena itu, selain harus mencerminkan isi bacaan judul harus dibuat semenarik mungkin.



Namun, perlu diingat. Sebagai penulis, kita bukan hanya dituntut dapat membuat judul yang menarik tetapi juga sesuai dengan kaidah penulisan.



Bagaimana sih penulisan judul yang benar dan sesuai PUEBI alias Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia? 



 

Kaidah Kapitalisasi Judul



Dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia diterangkan bahwa penulisan judul harus menggunakan huruf kapital. Apakah benar penulisan judul dengan huruf kapital semua? Kita lihat kutipan berikut!




Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.




Aturan penggunaan huruf kapital yang terdapat di Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia seperti kutipan di atas terlihat sederhana. Namun, dalam praktiknya ternyata tidak semudah itu. Oleh karena itu, mari kita urai bagaimana kapitalisasi yang tepat untuk penulisan judul.



Penulisan Judul yang Benar



1. Huruf Kapital Dipakai sebagai Huruf Pertama Semua Kata


Berdasarkan aturan tersebut berarti penggunaan huruf kapital hanya pada huruf awal setiap kata, bukan semua huruf. Ini patut kita garis bawahi.



Contoh



(√) Resep Soto Ayam Nusantara



(X) RESEP SOTO AYAM NUSANTARA

 

2. Huruf Kapital Dipakai sebagai Huruf Pertama Kata Ulang Sempurna


Adakalanya judul mengandung kata ulang. Bentuk kata ulang sempurna diberi huruf kapital pada huruf pertama tiap unsurnya, sedangkan bentuk ulang lain hanya diberi huruf kapital pada huruf pertama unsur pertamanya. Bagaimana contoh penulisan judul yang benar kalau begitu?



Contoh



(√) Penerapan Asas-Asas Hukum Perdata



(X) Penerapan Asas-asas Hukum Perdata



(√) Lestarikan Budaya Ramah-tamah



(X) Lestarikan Budaya Ramah-Tamah



 

3. Huruf Kapital Dipakai sebagai Huruf Pertama Semua Kata kecuali Kata Tugas


Aturan yang perlu diingat selanjutnya adalah pengecualian kapitalisasi. Pemakaian huruf kapital di awal kata tidak berlaku untuk kata tugas.



Nah, permasalahan di sini kita harus paham apa yang dimaksud dengan kata tugas. Dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia hanya disebutkan bahwa contoh kata tugas adalah “di, ke, dari, dan, yang, dan untuk”.



Pertanyaannya, apakah hanya itu yang termasuk kata tugas? TIDAK! Masih banyak kata lain yang termasuk kata tugas.



 

Berkenalan dengan Kata Tugas


Sebenarnya ada cara mudah untuk menentukan apakah sebuah kata termasuk kata tugas atau tidak. Kata tugas memiliki ciri yang cukup unik dibanding dengan kelas kata lainnya.



Kata tugas hanya mempunyai arti gramatikal dan tidak memiliki arti leksikal.



Maksudnya bagaimana?



Kata tugas tidak dapat diartikan secara bebas atau lepas tetapi hanya dapat diartikan dengan melihat kaitannya dengan kata lain dalam susunan frasa atau kalimat.



Mudahnya begini, kata “pena” dapat diartikan secara leksikal sebagai alat untuk menulis dengan tinta. Namun, kata “di” tidak dapat diartikan kecuali kata itu dirangkai dengan kata lain. Misal, di pasar yang berarti di sebagai penunjuk tempat. Jadi, jika kata lain dapat diartikan secara langsung, kata tugas baru dapat diartikan jika ia sudah bertemu dengan kata lain.



Bisa dipahami kan, Kawan Suzan?



Contoh



 (√) Langkah Membuat Presentasi yang Menarik



 (X) Langkah Membuat Presentasi Yang Menarik



 

4. Kata Tugas yang Berada di Awal Judul Ditulis Kapital


Pengecualian kapitalisasi pada kata tugas tidak berlaku jika kata tugas terletak di awal judul. Huruf pertama pada kata tugas yang berada di awal judul harus ditulis menggunakan huruf kapital.



Contoh



(√) Pada Sebuah Kapal



(X) pada Sebuah Kapal



 

Prinsip Penulisan Judul



Selain memperhatikan penulisan yang sesuai kaidah PUEBI, ada beberapa prinsip yang harus dipahami dalam menentukan judul.



 

1. Judul Bukan Kalimat


Menurut Yunus (2010:76-78), salah satu syarat judul adalah singkat dan padat. Karena judul adalah gambaran  singkat atau gerbang menuju isi bacaan, judul harus lugas dan tegas.

Judul harus ditulis dalam bentuk frasa bukan kalimat. Oleh karena itu, tidak perlu ada tanda baca setelah judul, baik titik (.), tanda seru (!), dan tanda tanya (?).



Namun, dewasa ini banyak sekali penggunaan judul yang mengunakan tanda seru atau tanda tanya. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh efek bombastis dan memicu rasa ingin tahu pembaca. Saya juga beberapa kali membuat judul semacam ini untuk artikel di blog atau media online.



Jika dilihat dari segi keilmuan, penulisan judul semacam ini sebaiknya jangan dilakukan. Terlebih jika judul yang dibuat untuk kepentingan keilmuan seperti. Penulisan judul yang menggunakan tanda baca bukanlah penulisan judul yang benar dalam sebuah karya ilmiah.



 

2. Hemat


Salah satu indikator berbahasa yang benar adalah tidak melakukan pemborosan. Oleh sebab itu, penggunaan kata atau frasa yang mempunyai makna sama dan tujuan yang sama tidak boleh dilakukan.



Contoh



(X) 10 Ciri-Ciri Tulisan yang Baik



(√) 10 Ciri Tulisan yang Baik



(√) Ciri-Ciri Tulisan yang Baik



(X) 20 Cara-Cara Meningkatkan Kreativitas



(√) 20 Cara Meningkatkan Kreativitas



(√) Cara-Cara Meningkatkan Kreativitas



Mengapa judul di atas dinggap boros? Perhatikan frasa “10 ciri-ciri”. Dalam frasa tersebut ada penjamakkan yang dilakukan dua kali, yaitu 10 ciri atau ciri-ciri.  Frasa “10 ciri” dan “ciri-ciri” sudah menunjukan bentuk jamak ada lebih dari satu.



Solusinya?



Pilih salah satu bentuk saja, jangan gunakan keduanya sekaligus agar penulisan judul menjadi benar. Hal tersebut juga berlaku untuk frasa “20 Cara-Cara”.



 

3. Logis


Sekalipun judul harus menarik dan membuat pembaca ingin tahu, judul harus tetap memperhatikan kelogisan. Kelogisan judul ini harus memperhatikan nalar berbahasa. Perhatikan judul berikut!



(X) Edarkan Narkoba, Polisi Tangkap Seorang Mahasiswa



Sekilas tidak yang salah dengan judul berita di atas. Namun, jika kita cermati lebih dalam ternyata terdapat bahasa yang tidak logis dalam judul tersebut.



Berdasarkan logika bahasa, dengan judul di atas maka yang mengedarkan narkoba adalah polisi bukan mahasiswa. Namun, karena logika umum yang berlaku di masyarakat yang berhak melakan penangkapan adalah polisi maka judul tersebut tampak benar. Padahal, secara nalar berbahasa itu keliru.



Lalu bagaimana solusinya? Gunakan salah satu pilihan ini untuk penulisan judul yang benar.



(√) Edarkan Narkoba, Mahasiswa Ditangkap Polisi



(√) Mahasiswa Ditangkap Polisi karena Edarkan Narkoba



 

4. Paralel


Keparalelan judul yang dimaksud di sini adalah kesamaan bentuk yang digunakan pada judul. Kesamaan bentuk dapat dilihat dari kelas kata atau imbuhan yang digunakan.



Contoh



 (X) Mengenal Fungsi dan Cara Membuat Permainan Edukasi



Perhatikan kata “fungsi” dan “membuat”! Dua kata tersebut tidak paralel secara bentuk. Kata “fungsi” merupakan nomina, sedangkan kata “membuat” merupakan verba. Bagaimana solusinya?



(√) Mengenal Fungsi dan Cara Pembuatan Permainan Edukasi



 

Nah, itulah cara penulisan judul yang sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat judul. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Kawan Suzan!

Ternyata Begini Perbedaan Sleep, Hibernate, dan Shutdown Pada Laptop

Selasa, 04 September 2018

Hampir sebagian besar orang memanfaatkan laptop untuk memudahkan aktivitasnya. Ada yang hanya untuk bersenang-senang seperti menjelajahi media sosial atau menonton film, ada pula yang memang digunakan untuk membantu menyelesaikan pekerjaan.



Saya sendiri termasuk orang yang hampir setiap hari menggunakan laptop. Menulis, ngeblog, berkelana di jejaring sosial, menonton film, atau sesekali bermain game lebih asyik menggunakan gawai ini ketimbang menggunakan ponsel pintar. Beruntung sekali walau si Bluwy (panggilan sayang kepada laptop Asus saya) sudah berumur, ia masih bisa diandalkan. Walaupun harus nancap terus di colokan karena sudah tidak bisa dicas, kinerja masih oke.



Baca juga : Kamu Bakal Nyesel Belum Nge-BLOG Jika Tahu Manfaat Luar Biasa Memiliki BLOG


Ngomong-ngomong nih walau sering menggunakan laptop, saya aslinya enggak begitu paham mengenai sistem kerja perangkat yang satu ini. Namanya emak-emak ye, bisanya hanya pakai doang!



Saya menggunakan laptop di sela-sela waktu senggang saya. Biasanya pas Nana dan Naya bobok atau lagi main sama ayahnya. Sering banget nih kalau lagi asyik-asyiknya bekerja dengan gawai satu ini, eh bocil minta perhatian. Kadang sayang banget mau matiin si Bluwy karena kerjaannya belum kelar dan nanggung banget buat ditutup. Biasanya saya pilih mode sleep atau hibernate. Aslinya, saya enggak paham apa perbedaan sleep, hibernate, dan shutdown.  Dulu pernah dikasih tahu teman kalau kerjaan belum beres dan terpaksa matiin laptop, jangan di shutdown. Pilih saja sleep atau hibernate.



Nah, beberapa hari yang lalu enggak sengaja nemu artikel yang membahas perbedaan sleep, hibernate, dan shutdown. Jadi, sekarang saya bisa memilih mode tersebut sesuai kebutuhan dan kondisi yang sedang saya alami. Saya rangkumin buat kawan-kawan ya! Semoga bermanfaat.



Sleep



Perbedaan Sleep, Hibernate, dan Shutdown

 

Mode ini biasa dikenal pula dengan standby. Dengan menerapkan mode ini pada laptop artinya seluruh komponen di dalam laptop akan terputus, kecuali RAM. Hal ini tentu saja membuat konsumsi daya yang diperlukan rendah.



RAM yang tetap menyala bertugas untuk mempertahankan kondisi laptop seperti kondisi sebelum laptop mati. Jadi, jika kita mengaktifkan laptop, maka kondisi laptop sama seperti sebelum keadaan sleep. Layanan dan aplikasi yang berjalan sebelumnya akan utuh dan tetap normal sehingga memudahkan kita melanjutkan pekerjaan. Kita tak perlu menunggu proses booting seperti ketika kita baru saja menyalakan laptop dengan kondisi wajar.



Kapan Waktu yang Tepat Untuk Melakukan Mode Sleep



Ketika menggunakan mode ini, komputer sebenarnya tetap berjalan tetapi tidak menghabiskan daya cukup banyak. Oleh karena itu, mode ini cocok sekali digunakan untuk menghemat daya baterai perangkat. Kita juga tidak perlu membuka kembali pekerjaan yang ditinggalkan karena perangkat masih menyimpannya.



Mode ini sangat berguna sekali ketika kita berencana meninggalkan laptop dalam waktu yang singkat. Kalau saya nih biasanya menggunakan mode ini jika hendak ke kamar mandi atau sedang membuatkan minuman buat Mbak Nana.



 

Hibernate



Perbedaan Sleep, Hibernate, dan Shutdown

 

Apakah kawan-kawan pernah menggunakan mode ini? Pada dasarnya mode hibernate hampir sama dengan mode sleep. Keduanya sama-sama mampu mempertahankan kondisi layanan dan aplikasi yang sedang digunakan walaupun laptop dalam keadaan mati.



Bedanya apa?



Jika pada mode sleep kondisi RAM tetap berjalan, pada mode hibernate ini keadaan sistem laptop akan ditransfer RAM ke harddisk. Hal ini membuat laptop membutuhkan waktu lama untuk mati total kecuali kehabisan daya baterai. Namun, jika terlanjur mati laptop akan memerlukan booting lebih lama dibanding ketika menghidupkan laptop dalam kondisi yang normal.



Kapan Waktu yang Tepat Untuk Melakukan Mode Hibernate



Daya listrik yang dihemat hibernate lebih besar jika dibanding dengan sleep. Oleh karena itu, mode ini sangat tepat bagi kita yang hendak melanjutkan pekerjaan tetapi harus meninggalkan dulu dalam waktu yang cukup lama. Kalau saya biasanya menggunakan mode ini ketika harus ngeloni Kanaya. Biasanya, emaknya juga ikutan tertidur soalnya.



Dibanding mode sleep, menggunakan mode ini akan membuat laptop membutuhkan waktu yang lebih lama untuk siap kembali digunakan. Jadi, sebaiknya jangan gunakan mode ini jika kita hanya meninggalkan laptop dalam waktu yang sebentar. Jika mode ini digunakan setiap kali kita meninggalkan laptop, maka risikonya kita memerlukan lebih banyak waktu untuk menunggu laptop siap digunakan.



 

Shutdown





 

Semua pengguna laptop pasti paham apa itu shutdown. Shutdown adalah cara memutuskan semua proses pada komponen perangkat. Tidak ada operasi apapun pada mode ini. Semua kondisi layanan dan aplikasi mati. Pada mode ini, laptop sama sekali tidak mengonsumsi baterai.



Ketika menggunakan mode ini, untuk memulai pekerjaan kita harus menunggu laptop menyala dari awal. Untuk dapat melanjutkan pekerjaan, kita memerlukan waktu yang lebih lama karena laptop harus melalui proses booting dan menunggu semua komponennya siap digunakan. Kita juga mesti membuka kembali secara manual program atau aplikasi yang akan kita gunakan.



Kapan Waktu yang Tepat Untuk Melakukan Mode Shutdown



Mode ini sangat tepat digunakan ketika kita benar-benar tidak menggunakan perangkat dalam waktu yang lama. Jika kita rasa pekerjaan kita sudah selesai atau butuh waktu yang lama untuk melanjutkan, mode ini yang paling saya sarankan.



 

Jadi …



Ternyata mode mematikan perangkat laptop ini memiliki karakteristik dan kegunaan masing-masing. Perbedaan sleep, hibernate, dan shutdown dapat dipilih berdasarkan situasi dan kebutuhan untuk menggunakan laptop kembali. Gunakan mode sleep dan hibernate jika kita masih ingin melanjutkan pekerjaan tanpa menutup aplikasi atau program yang dijalan. Pilih sleep jika kita akan meninggalkannya dalam waktu yang sebentar dan pilih hibernate jika kita akan meninggalkannya dalam waktu yang agak lama. Jika kita merasa sudah selesai atau akan melanjutkan pekerjaan dalam waktu yang tidak dapat diprediksi, lebih baik gunakan shutdown saja. Intinya, pilih saja yang sesuai kebutuhan dan kondisi kawan-kawan!



Nah, itulah ternyata perbedaan sleep, hibernate, dan shutdown. Kawan-kawan sudah paham kan bagaimana memilih ketiga mode mematikan laptop ini? Kalau kawan-kawan sendiri biasanya memilih mode mana ketika mematikan laptop?



Ini Lho Manfaat Positif Media Sosial!

Minggu, 02 September 2018

Di era digital sekarang ini, siapa sih yang tidak akrab dengan media sosial? Hampir sebagian orang pasti menjadi pengguna media sosial, baik aktif ataupun pasif. Tujuan setiap orang menggunakan media sosial tentu berbeda-beda. Ada yang digunakan untuk penjenamaan (branding), bisnis, atau sekadar menunjukan eksistensi diri.


Akhir-akhir ini gencar sekali pembatasan akan penggunaan media sosial. Hal ini dikarenakan dampak negatif yang ditimbulkan media sosial.


Namun, bukankah orang yang cerdas adalah orang yang bisa memanfaatkan sumber daya di sekitarnya dengan baik? Demikian juga dalam memanfaatkan media sosial.


Ada banyak manfaat positif yang dapat diberikan media sosial. Ini lho manfaat positif media sosial yang wajib kawan-kawan tahu!


 

1. Penyebaran Informasi Lebih Cepat


Seperti kita ketahui bahwa dengan pesatnya perkembangan media sosial, setiap orang dapat dengan bebas menyebar dan mengakses informasi. Informasi yang dibagikan kepada publik dapat dinikmati orang lain dalam hitungan detik.


Hal itu tentu saja menjadi keuntungan tersendiri bagi kita. Kebutuhan menyebarkan informasi penting dan mendesak dapat dipenuhi dengan kehadiran media sosial. Sebaga contoh nih, ketika terjadi gempa di Lombok kemarin. Dalam hitungan detik kita sudah memperoleh informasi tersebut. Informasi ini penting sekali untuk mengingatkan orang-orang di sekitar Lombok untuk berhati-hati.


 

2. Memperluas Pergaulan


 

manfaat positif media sosial

 

Media sosial memungkinkan kita menjalin komunikasi dengan siapa saja dan di mana saja. Dengan memanfaatkan media sosial dengan baik, kita dapat memperluas pergaulan.


Memperluas pergaulan itu penting banget, lho! Pernah denger pepatah “banyak teman,banyak rezeki?”


Benar sekali. Mempunyai banyak teman adalah rezeki tersendiri. Rezeki tidak melulu berhubungan dengan uang. Namun, uang dapat datang karena teman kita. Bener enggak?


Media sosial memungkinkan kita bergaul dengan siapa saja, bahkan beberapa orang yang sebenarnya tidak kita kenal sebelumnya. Bergaul dengan beberapa orang di luar sana akan menambah wawasan kita. Kita dapat belajar banyak hal dari teman-teman yang kita temukan melalui media sosial.


Saya nih cukup banyak belajar mengenai blogging dari Mas Febriyan Lukito ini. Walaupun belum mengenal beliau secara langsung, saya merasa beruntung sempat nyasar di blognya. Terima kasih sharing ilmunya ya, Mas.




3. Produktivitas Meningkat


Sebagian orang sudah paham benar bagaimana memanfaatkan media sosial. Orang-orang semacam ini adalah orang yang dapat melihat dampak positif adanya media ini.


Narablog yang aktif ngeblog dan memanfaatkan blog sebagai sumber penghasilan adalah salah satu contohnya. Ada juga orang-orang yang berhasil membangun bisnisnya dengan memanfaatkan media sosial, Teh Indari Mastuti misalnya.


Saya juga termasuk orang yang beruntung mengenal media sosial. Awalnya, saya menggunakan media sosial dalam hal ini jejaring sosial hanya untuk tempat berkeluh kesah. Semenjak ketemu komunitas Infinity Lovink, saya sadar bahwa ada hal lain yang dapat saya kembangkan dari diri saya. Saya mulai menemukan manfaatkan positif media sosial.


Bersama-sama teman-teman Ilowna, kami belajar dan bertumbuh bersama. Saling menyemangati dalam bidang tulis-menulis. Saya rasa, banyak di luar sana yang akhirnya menjadi produktif karena media sosial.




4. Menghimpun Massa


Kalau kamu mau mencari pengikut, aktiflah di media sosial. Sungguh, menghimpun massa dan pengikut di media sosial itu mudah, sentuh saja hatinya. Hahaha


Enggak heran deh makanya sering banget kan terjadi black campaign di jejaring sosial. Jejaring sosial sebagai salah satu media sosial adalah kolam yang empuk untuk memancing massa. Enggak perlu saya beberkan alasannya, kalian pasti setuju kan?


Jika dimanfaatkan dengan baik, kemampuan menghimpun massa yang luar biasa ini merupakan salah satu manfaat positif media sosial, lho! Kenal emaknya Andini? Sahabat saya, Santy Amboro Wati Diliana mampu menjual ribuan novel perdananya dengan memanfaatkan media sosial. Keren bukan?


 

5. Menciptakan Lapangan Pekerjaan Baru


Jika melihat ada seseorang yang tidak pernah ngantor, kerjaannya di rumah hanya bermain gawai tetapi bisa memiliki ini-itu, please jangan menduga mereka punya tuyul atau pesugihan lainnya.


Di era serba digital saat ini, mudah sekali mendapatkan uang. Pesatnya kemajuan media sosial memberi peluang lapangan pekerjaan baru untuk orang-orang kreatif dan berpikir maju.


Lowongan pekerjaan paling tidak pernah disangka sebelumnya, buzzer. Buzzer adalah orang-orang yang dibayar untuk mempromosikan barang orang lain di jejaring sosial seperti facebook atau instagram. Cocok sekali untuk orang-orang yang hobi yang nulis status.


Nah, ternyata media sosial ini mempunyai beragam manfaat positif kan untuk penggunanya. Sebenernya sih, semua kembali ke diri masing-masing pengguna. Jika kita dapat memanfaatkan media sosial dengan baik dan membatasinya dari hal-hal yang buruk, tentu kita akan dapat merasakan dampat positif media sosial ini.


Kalau Kawan Suzan sendiri bagaimana, apa manfaat positif media sosial bagi kalian? Share yuk di kolom komentar!