Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimanakah Penulisan Rupiah yang Benar?


Siapa yang tidak kenal rupiah? Setiap hari kita selalu bersinggungan dengan mata uang Negara tercinta kita. Paling tidak setiap pagi kita belanja sayur mayur atau kebutuhan dapur lainnya menggunakan rupiah, makanya saya cinta rupiah. Tanpa rupiah, dapur saya tidak ngebul.

Namun, tahukah Kawan Suzan bagaimana penulisan rupiah yang benar dan sesuai kaidah bahasa kita? Sepele memang, tetapi menggunakan bahasa kita sendiri dengan baik dan benar tentu merupakan wujud kecintaan tersendiri bagi negeri ini.


Rp adalah Lambang Mata Uang bukan Singkatan

Rp yang digunakan untuk menuliskan jumlah uang bukanlah sekadar singkatan dari rupiah tetapi juga simbol dari mata uang. Rp adalah simbol dari mata uang rupiah seperti halnya $ untuk dollar dan ¥ untuk yen. Oleh karena itu, penulisan rupiah yang tepat adalah Rp diikuti nominal tanpa titik dan tanpa spasi. Jadi, mulai sekarang berhentilah menulis Rp diikuti titik dan spasi ya, Kawan-kawan!



Rp1.000,00                         bukan Rp.1000,00


Rp15.000.000,00                 bukan Rp 15.000.000,00



Penulisan Mata Uang Rupiah dengan Ejaan Huruf

Lalu bagaimanakah penulisan rupiah yang tepat jika menggunakan ejaan huruf atau kata rupiah?

Untuk menuliskan mata uang tanpa menulis simbol Rp, cukup tuliskan bilangan dengan huruf diikuti kata rupiah. Ingat! Tidak perlu lagi mencantumkan simbol Rp jika kita sudah menggunakan kata rupiah. Jadi, kita cukup memilih salah satu, menggunakan simbol Rp atau menggunakan kata rupiah.

Untuk jumlah nominal yang cukup banyak, kita dapat menggunakan menggunakan kombinasi angka dan huruf.

1000 rupiah

15.000.000 rupiah

15 juta rupiah


Penulisan Mata Uang Rupiah dengan IDR

Jika Dollar Amerika Serikat mempunyai USD sebagai standar internasional mata uangnya, Indonesia mempunyai IDR. IDR merupakan kependekan dari Indonesian Rupiah.

IDR adalah kode mata uang Indonesia sesuai ISO 4217  yang telah diakui secara internasional. Penggunaan IDR belum ditetapkan secara resmi dalam Pedomana EYD. Secara umum, ada dua cara yang digunakan untuk menuliskan kode ini.

Pertama, kode ditulis di depan bilangan. Misalnya, IDR 100.000. Kedua, kode ditulis di belakang bilangan. Misalnya, 100.000 IDR.Karena bahasa Indonesia menganut hukum D-M, penerang berada di belakang yang diterangkan, maka penulisan kode ini sebaiknya ada di belakang bilangan. Jadi, 100.000 IDR bukan IDR 100.000.

Untuk kelipatan ribuan dapat disederhanakan dengan simbol K yang bermakna kilo. Jadi, 100.000 IDR sama dengan 100K IDR.


Titik sebagai Pemisah Ribuan, Koma sebagai Penanda Desimal

Penulisan rupiah dalam bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan dua cara, yakni menggunakan huruf atau angka. Pada penulisan bilangan dengan angka, tanda titik digunakan untuk memisahkan ribuan dan tanda koma digunakan sebagai penanda desimal. Untuk mata uang, biasanya akan ditulis dua angka di belakang koma.

Penulisan dua angka di belakang koma ini dipengaruhi sejarah nilai rupiah. Dulu dikenal sen yang setara dengan Rp0,01. Untuk penulisan bilangan mata uang utuh, dua angka di belakang koma ini tidak berarti dan boleh dihilangkan. Namun, dalam pencatatan keuangan penulisan semacam ini sangat dibutuhkan. Misal, dalam pencatatan suku bunga bank.

Rp15.000.000,00

Rp15.300.200,10


Nah, Kawan Suzan sudah tahu kan bagaimana penulisan rupiah yang benar dan sesuai dengan kaidah bahasa kita? Mulai sekarang, mari kita berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Jadikan diri kita agen bahasa. Kalau bukan kita, siapa yang akan bangga berbahasa Indonesia?

Oh, iya! Kalau ada yang kurang Kawan-kawan dapat menambahkan informasinya di kolom komentar ya!

Susana Devi Anggasari
Susana Devi Anggasari Hai, saya Susana Devi. Mamak dari Duo Mahajeng, Mahajeng Kirana dan Mahajeng Kanaya. Saya ibu rumah tangga yang nyambi jadi PNS. Untuk menjalin kerja sama, silakan hubungi saya.

12 komentar untuk "Bagaimanakah Penulisan Rupiah yang Benar?"

  1. makasih sharingnya bermanfaat

    BalasHapus
  2. Terima kasih infonya, baru saja saya bingung bagaimana nulis rupiah, hehe.

    BalasHapus
  3. Susana Devi Anggasari31 Agustus 2018 06.49

    Sama-sama. Alhamdulillah ...

    BalasHapus
  4. Susana Devi Anggasari31 Agustus 2018 06.50

    Alhamdulillah ... Semoga bermanfaat! :)

    BalasHapus
  5. Setiap saya mengajar, sy slalu tekankan pada mahasiswa saya soal penulisan rupiah ini:) karena banyak yg msh salah juga..

    BalasHapus
  6. wuah akhirnya saya jadi tahu penulisan yang benar nih mbak, tfs. Karen biasanya penulisan masih salah Rp. hehehe

    BalasHapus
  7. Terima kasih sharingnya ya

    BalasHapus
  8. Susana Devi Anggasari18 September 2018 08.18

    Alhamdulillah ... Senang bisa berbagi, semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  9. Susana Devi Anggasari18 September 2018 08.18

    Sama-sama. Terima kasih sudah berkunjung

    BalasHapus
  10. Waaahh kalau ini saya baru tau hehehehe.
    Makanya kalau ngetik di excell pakai Rp gak ada spasinya, thanks sharingnya ya :)

    BalasHapus
  11. Mba, yg masalah titik dan koma, itu cm berlaku di indonesia yaaa. Karena aku pernah dpt nilai ujian B+ cuma karenaaaa aku nulis titik koma di bilangan uang mengikuti kaidah Indonesia.

    Aku kuliah di Salah satu kampus international di Malaysia. Dosen2ku kebanyakan orang asing. Jadi wkt itu aku ikut ujian Economic Macro, ada soal tentang hitungan. Intinya, jawabannya misalnya 3ribu Myr, aku tulis di lembar jawaban 3.000MYR. Dan hasilnya salah.

    Aku protes dong salahnya di mana. Dosenku bilang jawaban yg bener 3,000 MYR. Kalo yg aku tulis itu berarti 3 MYR, krn pakai titik.

    Aku protes lg, di Indonesia seperti itu. Dia ga mau tahu, dan mengatakan std International menggunakan KOMA, bukan Titik, untuk menyatakan ribu. Aku ga bisa ngapa2in lg sih.

    Sejak itu, aku terbiasa menuliskan Ribuan pakai koma. Rp3,000,000 / Rp6,000 / Rp4,500 dll. Gara2 insiden ujian ku disalahin itu. :)

    Dan skr ini, bank tempat aku kerja, mungkin krn bank asing dr London, jd angka2 yg kita pakai sama seperti yg dianut ama dosenku. Semuanya pake koma, lalu diakhiri titik. Jadi misalnya, unit reksadana yg akan dicairkan berjumlah 3,000,000.65 unit. Artinya 3 juta point 65 unit.

    Mungkin ini mengikuti bahasa inggris juga sih. Kalo dlm bhs inggris bilangan decimal ditandai ama 'point', not 'comma'. Jadi kalo mau bilang USD 3,500.65 mereka nyebutnya kan three thousand five hundred point Sixtyfive cents :)

    Just sharing aja, based on pengalamanku kuliah di negara yg menganut begini :)

    BalasHapus
  12. Susana Devi Anggasari24 September 2018 06.32

    Iya, Mbak. Beberapa negara cara penulisan koma titik berkebalikan dengan kita.
    Jadi, mereka menggunakan titik sebagai penanda desimal dan tanda koma sebagai pemisah ribuan.

    Mana yang benar dan sesuai standar?
    Ada yang menggunakan tanda titik sebagai penanda desimal dan tanda koma sebagai pemisah ribuan.

    https://en.wikipedia.org/wiki/Decimal_separator#Countries_using_Arabic_numerals_with_decimal_point

    Secara kaidah dua-duanya dapat digunakan. Namun, untuk standard penulisan internasional saya kurang paham. Bisa jadi, memang benar seperti yang dosen Mbak bilang. Soalnya kalau mengamati kurs mata uang pakainya koma sebagai pananda ribuan, kan?

    BalasHapus

Berlangganan via Email