Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kelebihan dan Kekurangan Belajar Online di Rumah

kelebihan dan kekurangan belajar online di rumah

Kelebihan dan Kekurangan Belajar Online di RumahTidak terasa sudah hampir satu tahun dunia pendidikan harus berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Saya ingat betul, 16 Maret 2020 tiba-tiba sekolah tatap muka tidak diperbolehkan. Tanpa aba-aba, tanpa persiapan. 

Pembelajaran daring dipilih sebagai solusi agar pendidikan tetap berjalan walaupun di tengah pandemi. Bagaimanakah pembelajaran daring dan konsepnya dalam dunia pendidikan? 

Pengertian Pembelajaran Daring

Istilah daring merupakan akronim dari "dalam jaringan" yang merupakan padanan kata online. Daring bermakna terhubung melalui jejaring komputer atau internet. 

Sebenarnya istilah pembelajaran daring bukanlah hal yang baru. Istilah ini sebelumnya dikenal dengan e-learning. E-learning itu apa sih?

E-learning atau electronic learning merupakan pembelajaran secara elektronik. E-learning atau pembelajaran daring adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pembelajarannya. 

Konsep pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dilakukan secara online, artinya pembelajaran dapat dilakukan oleh siapapun, di manapun, dan kapan pun. Intinya, proses pembelajaran tidak terhalang batas ruang dan waktu. Jejaring komputer atau internet menjadi ciri khas dari pembelajaran daring.

Dengan konsep seperti ini, apa kelebihan dan kekurangan belajar di rumah selama corona? 

Kelebihan Pembelajaran Online di Rumah

Sebelum Covid-19 menyerang, saya pernah berpikir bahwa akan sangat baik memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran. Saya menyebutnya "BETI", Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi. 

Waktu itu, pemanfataan teknologi informasi tidak seratus persen, tetapi prinsip dasarnya justru menjadi hal-hal yang harus diterapkan pada pembelajaran selama pandemi. Seorang guru harus mampu menyiapkan materi dan bahan ajar yang bisa diakses di mana pun dan kapan pun, mengumpulkan dan mengerjakan evaluasi secara online, bahkan memanfaatkan media sosial untuk penugasan.

Mengapa waktu itu saya merancang pembelajaran berbasis teknologi? Saya memandang ada nilai positif memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran. Selama menjadi guru di masa pandemi, saya rasa ada beberapa manfaatnya kok pembelajaran online. 

Apa saja manfaat pembelajaran online?

1. Fleksibel

Salah satu manfaat apa-apa serba online itu adalah fleksibel, termasuk dalam pembelajaran. Kurang enak apa coba, dengan sistem pembelajaran daring, siswa bisa menyimak dan/ atau membaca materi kapan pun dan di manapun. Dengan kelebihan belajar online, tidak ada alasan seharusnya siswa tidak belajar.

kelebihan belajar online

Tidak ada kata enggak bisa belajar walaupun di rumah lagi ada acara, atau lagi enggak enak badan. Saya pernah loh di buat terharu sama salah satu siswa saya. Dia mengirim pesan untuk memohon izin tidak menyalakan kamera ketika pembelajaran karena dia di rumah sakit. Waktu itu dia mau menjalani operasi amandel. Sungguh, saya sangat terharu sekaligus bangga padanya. 

2. Hemat Biaya

Ah, siapa bilang? Anak saya boros banget kuotanya, lho! 

Yakin itu kuota internet habis untuk pembelajaran? Hampir setahun ini saya rasa semua pihak, apalagi instansi pendidikan terus beradaptasi dan berbedah terkait pembelajaran online. Berbagai inovasi dan jalan keluar dicoba untuk menghadirkan pembelajaran yang efektif dan efisien.

Mengapa saya bilang pembelajaran online hemat biaya? Modal belajar online hanya HP dan kuota internet. Saya rasa hampir semua orang memiliki HP. Lalu kuota, saya cukup berlangganan kuota internet seharga seratus ribu untuk sebulan. 

Ketika tatap muka, siswa harus pulang pergi. Ada uang jajan juga yang diberikan. Taruhlah setiap hari anak butuh 15 ribu untuk pulang pergi dan jajan di kantin. Jika satu bulan harus berangkat 26 hari, maka berapa jatah bulanan yang harus dikeluarkan? Belum lagi, saya yakin anak juga masih minta jatah kuota. 

Jadi, kalau ada yang menjadikan alasan bahwa belajar online ini mahal, saya sedih banget. Coba deh Pak, Bu dicek lagi riwayat penggunaan ponsel anak: Berapa durasi main game online mereka? Apa saja channel youtube yang mereka buka? Seberapa sering mereka main media sosial? 

Jangan karena mereka lebih sering meminta jatah kuota internet lalu mencap bahwa pembelajaran daring membuat kantong kering! Justru salah satu kelebihan belajar daring itu adalah hemat. 

3.  Diulang Sesuka Hati

Daya tangkap seseorang belajar itu beda-beda. Ada yang sekali belajar langsung paham. Ada yang harus berkali-kali baca atau dengar baru paham. Na, inilah salah satu kelebihan belajar online.

Guru-guru yang menyiapkan materi baik berupa rangkuman, tulisan di blog, video pembelajaran yang diunggah di Youtube, atau  pembelajaran yang menerapkan model interaktif berbasis Internet dan Learning Manajemen System (LMS) tentu memberi kesempatan kepada siswa untuk membaca ulang materi kapan pun mereka membutuhkan. 

4. Eksplorasi Belajar

Selama ini banyak yang beranggapan bahwa belajar hanya sebatas menerima pembejaran di sekolah. Belajar hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru. Jika kamu pernah beranggapan seperti itu, BERHENTI! Kamu harus segera mengubah pola pikirmu.

Sesungguhnya belajar bukan sekadar menyimak ceramah guru. Belajar adalah menyerap berbagai pengetahuan yang ada di sekitar dan memanfaatkan untuk kehidupan. Guru bukan satu-satunya sumber belajar. 

Pembelajaran online memberi ruang berkembang lebih. Anak bisa mengekplorasi gaya belajar dan ketertarikan. Mereka juga bisa mencari tambahan informasi dari segala sumber. Bagi siswa yang senang belajar, ini tentunya menjadi kesempatan untuk berkembang lebih baik. 

5. Penguasan Teknologi Meningkat

Hari gini tidak menguasai teknologi? Ke laut aje!

Enggak, saya bercanda kok! Namun, memang kita seharusnya sadar bahwa semakin ke sini, kemajuan teknologi semakin berkembang. Kita pun harus dinamis dengan perubahan itu. Jangan sampai zaman berubah, tetapi kita jalan di tempat.

Memanfaatkan teknologi menjadi keharusan untuk tetap melaksanakan pembelajaran tanpa harus bertatap muka. Baik guru maupun sama siswa sama-sama belajar untuk memanfaatkan teknologi. Tadinya mungkin banyak yang tidak rapat virtual, formulir online, maupun edit video. Sekarang, itu menjadi makanan sehari-hari.

Dengan melihat pemanfaatan teknologi, siswa juga diharapkan mampu menguasai teknologi. Jadi, mereka tidak hanya tahu media sosial hanya untuk menghabiskan waktu, tetapi mereka sadar bahwa media sosial adalah tempat yang asyik untuk belajar. Apalagi sekarang, banyak sekali orang yang membuat mikro blog di Instagram.

Kekurangan Belajar Online di Rumah

Pembelajaran online atau e-learning memang memiliki kelebihan dibanding pembelajaran konvensional dengan tatap muka. Namun, tetap saja ada beberapa kelemahan e-learning ini. 

1. Butuh Kerja Sama dan Pengawasan Ekstra dari Orang Tua

Salah satu kelemahan belajar online adalah guru tidak dapat mengawasi dan memantau siswa secara langsung. Oleh karena itu, di sinilah peran penting orang tua sangat dibutuhkan. 

kelemahan e learning

Tidak banyak siswa yang sudah memiliki tanggung jawab. Mereka masih membutuhkan pendampingan dan pengawasan. Beberapa orang tua yang siswanya tidak aktif dalam pembelajaran pernah dipanggil ke sekolah. Sebagian dari mereka tidak menyangka anak mereka tidak belajar. Mereka mengaku bahwa anak mereka diam di kamar dan khusyuk dengan layar HP. Setiap minggu ada jatah uang untuk membeli pulsa, bahkan ada beberapa yang membelikan ponsel baru demi membuat anaknya nyaman belajar.

Nah, inilah poinnya! Tidak semua anak cukup hanya difasilitasi. Beberapa anak butuh pendampingan dan pengawasan ekstra dari orang tua. 

2. Kesenjangan Hasil Belajar

Tipe anak beda-beda. Ada yang suka belajar, ada yang tidak. Ada yang suka tantangan, ada yang tidak. Ada yang taat aturan, ada yang tidak. Nah, perbedaan tipe anak inilah yang membedakan pencapaian masing-masing. 

Anak yang suka belajar dan tantangan akan lebih berkembang. Mereka dapat memanfaatkan pembelajaran online. Prinsip mereka adalah pandemi tidak menghalangi belajar. Apapun arahan guru akan diikuti.

Sebaliknya, mereka yang malas akan semakin malas. Mereka yang tidak peduli, akan semakin tidak peduli. HP online terus, tapi bukan buat belajar melainkan buat nge-game. Nah, kembali lagi, poin pertama harus terpenuhi dulu. Orang tua harus mau dan mampu mendampingi anak belajar di rumah.

3. Menurunnya Kemampuan Sosial

Ini sudah pasti. Di sekolah anak bukan hanya mempelajari materi pelajaran. Namun, anak juga belajar berinteraksi dengan sesama. Bagaimana mereka menjalin pertemanan. Bagaimana mereka bertindak dan bertutur. Pembelajaran online tidak memungkinkan interaksi semacam ini. 

Saya sendiri sebagai guru merasa siswa saya lebih individualis. Ketika ada beberapa siswa bermasalah, siswa lain tak peduli, tak acuh. Yang penting saya beres, begitu prinsipnya. 

Ketika siswa belajar di sekolah, rasa saling memiliki antarsiswa bisa dibangun. Jiwa korsa bisa dibangkitkan. Namun, dengan sistem belajar online, ini sangatlah susah.

4. Sulitnya Membentuk Karakter

Hal terpenting dari sekolah adalah membentuk karakter anak. Memang, tempat utama dan pertama membentuk karakter adalah keluarga. Sayangnya, tak banyak keluarga yang menyadari peran tersebut. Masih banyak orang tua berpikir bahwa memenuhi fasilitas dan kebutuhan fisik adalah yang utama. 

Sekolah menjadi pelengkap untuk hal ini. Sayangnya, sejak pemeblajaran jarak jauh, akses guru kepada siswa untuk menanamkan karakter sangat sulit. Ketika anak tidak mengerjakan tugas misalnya, tidak mempan jika hanya ditelepon atai dikirim pesan Whatsapp. Beda jika pembelajaran konvensional. Ketika guru menanyakan, kenapa tugasnya tidak dibuat mereka akan sungkan dan segera menyelesaikannya.

Soal bertutur kata misalnya, di sekolah anak akan diajari bagaimana seharusnya bertutur dengan teman sebaya dan bertutur dengan yang tua. Anak juga dibiasakan tertib dengan aturan sekolah. Hal semacam ini sangat sulit sekali dilakukan dalam pembelajaran online. Bukan tidak bisa, tapi memang sangat sulit. Bagaimanapun, sisi manusia tidak akan tergantikan oleh tangan-tangan teknologi.

5. Tidak Semua Memiliki Ketersediaan Sarana Prasarana

Memang, modal belajar online hanya ponsel dan kuota internet. Saya rasa dua modal itu mudah untuk dipenuhi. Namun, bagaimana dengan jaringan internet?

Nyatanya, masih banyak tempat yang tidak memiliki jaringan internet yang bagus, terutama di pedesaan. Di Pasigitan, desa saya tinggal, hanya ada satu operator jaringan seluler yang dapat diakses. Pun jika cuaca tidak baik, listrik pada, dan signal pun menghilang.

Di beberapa desa tempat siswa saya tinggal, masih banyak yang mengaku kesulitan sinyal. Sinyal internet lancar jika memasang Wi-Fi. Namun, tak banyak keluarga yang sangggup untuk itu. 

6. Tidak Ada Jaminan Proses Belajar Terjadi

Satu hal yang peling tidak saya suka adalah tidak ada jaminan siswa benar-benar belajar. Guru tidak bisa mengawasi siswa secara langsung. Ketika pembelajaran tatap muka virtual misalnya, tidak ada jaminan bahwa siswa benar-benar menyimak dan mengikuti pembelajaran. Bisa saja mereka bergabung dan membiarkan ponsel mereka menyala dan mereka melakukan ativitas lain.

kelebihan dan kekurangan pembelajaran daring

Ketika penilaian, parah lagi. Tidak ada jaminan bahwa hasil yang mereka peroleh adalah hasil mereka sendiri. Tak ada jaminan bahwa mereka tidak meminta bantuan pada orang lain mengerjakan. Belajar bukan sekadar berapa nilai yang kau dapat, ini adalah tentang proses. 

Penutup

Pembelajaran online memang menjadi pilihan terbaik agar proses belajar mengajar tetap dapat dilakukan. Tentu saja bukan hal yang mudah baik bagi guru, siswa, maupun orang tua. Namun, mudah-mudahan  dengan kelebihan dan kekurangan belajar online di rumah, pendidikan tidak berhenti hanya karena pandemi.

Salam, 

Susana Devi Anggasari
Susana Devi Anggasari Hai, saya Susana Devi. Mamak dari Duo Mahajeng, Mahajeng Kirana dan Mahajeng Kanaya. Saya ibu rumah tangga yang nyambi jadi PNS. Untuk menjalin kerja sama, silakan hubungi saya.

Berlangganan via Email