Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar Mendidik Anak agar Keluarga Bahagia

belajar mendidik anak

Belajar mendidik anak adalah tanggung jawab suami dan istri. Bukan hanya tanggung jawab istri semata. Mengutip ungkapan populer dari Ustaz Bendri Jaisyurrahman, seorang pakar parenting islami “ibu adalah sekolah (madrasah), maka ayah adalah kepala sekolahnya".

Seorang kepala sekolah tentu saja memikul tanggung jawab besar untuk suksesnya sebuah program pendidikan. Demikian halnya seorang ayah, peranannya sangat penting untuk menjadikan semua anggota keluarganya berhasil dalam kehidupan. Memimpin serta membimbing istri dan anak-anaknya.

Belajar Mendidik Anak adalah Kewajiban Sepanjang Hidup

Belajar adalah tugas abadi semua orang yang hidup di dunia. Mengapa? Mengutip sebuah kata-kata mutiara orang Arab, “Tuntutlah dari buaian hingga liang lahat”. Jadi kewajiban belajar itu sepanjang hidup kita. Termasuk dalam hal ini belajar mendidik anak. 

Teori-teori pendidikan anak akan beda dari waktu ke waktu, dari zaman orang tua hingga zaman anak cucu akan terus berubah mengikuti perkembangan masa. Mendidik anak usia balita dan remaja pun tentu berbeda caranya, sehingga sebagai orang tua yang baik, harus selalu up to date. Meskipun tentu saja, patokan utama seorang muslim dalam mendidik anak adalah berdasarkan Alquran dan hadis.

Orang Tua Pembelajar

Orang tua adalah guru utama dalam pendidikan anak. Dari orang tualah anak pertama kali belajar tentang etika, sopan santun, dan lain-lain. Anak lebih banyak mencontoh perilaku ayah atau ibunya sehari-hari. Mendidik anak butuh komitmen dari kedua orang tua untuk mendampingi tumbuh kembangnya secara fisik dan mental. 

Untuk itu ayah dan ibu harus mau belajar tentang ilmu mendidik anak atau yang saat ini lebih populer disebut dengan ilmu parenting. Selain bisa melihat dari pengalaman orang tua saat mendidik kita dulu, meskipun mungkin tak akan sama aplikasinya dengan anak zaman sekarang. Ambil sisi baik dari model pendidikan zaman dulu. Cara pembelajaran tentang parenting yang lain dapat diperoleh pula dari membaca buku, artikel, mengikuti berbagai seminar parenting, dan lain-lain.

Manfaat Belajar Mendidik Anak

Banyak sekali manfaat yang orang tua peroleh jika mau belajar mendidik anak yang baik, antara lain:

1. Pengasuhan yang baik akan membentuk kepribadian yang baik bagi anak. Anak yang sudah biasakan bertanggung jawab sejak kecil, misalnya merapikan mainan setelah bermain, merapikan tempat tidur setelah bangun, maka ia akan terlatih menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab.

2. Pola asuh yang baik akan menguntungkan orang tua saat anak sudah mulai remaja dan dewasa. Anak yang sudah dibekali dengan pendidikan agama yang baik serta nilai-nilai positif akan lebih mampu menjaga diri dari dampak negatif pergaulan. Setidaknya orang tua tidak terlalu was-was dalam mengawasi pergaulan anak dan dampak negatif pun bisa dihindari. 

3. Orang tua tentu akan merasa bangga jika anaknya tumbuh menjadi orang yang berperilaku terpuji, taat beribadah, sopan kepada orang lain, serta bermanfaat bagi masyarakat.

4. Anak yang dibesarkan dengan pola asuh yang baik akan dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungannya. Sebaliknya, anak-anak yang kurang mendapat perhatian dari orang tua saat proses tumbuh kembangnya dahulu, biasanya bisa menjadi pribadi yang kurang bisa memasyarakatkan bahkan mungkin meresahkan masyarakat. 

5. Anak yang dibesarkan dengan pendidikan yang baik saat menjadi orang tua kelak pun akan menjadi orang tua yang baik pula. Siklus positif ini akan terus bergulir dan memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia di masa depan.

Masih banyak lagi manfaat yang bisa diperoleh. Jadi, itulah beberapa manfaat yang didapat jika orang tua mau belajar mendidik anak dengan baik.

Susana Devi Anggasari
Susana Devi Anggasari Hai, saya Susana Devi. Mamak dari Duo Mahajeng, Mahajeng Kirana dan Mahajeng Kanaya. Saya ibu rumah tangga yang nyambi jadi PNS. Untuk menjalin kerja sama, silakan hubungi saya.

Berlangganan via Email