Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengajar Daring Tanpa Pusing dengan ASUS VivoBook 14 A416



Sejak 16 Maret 2020, pembelajaran di sekolah tiba-tiba terhenti. Pada tanggal itu, harusnya saya bersama anak-anak melaksanakan Ujian Praktik. Bulan-bulan itu adalah masa persiapan siswa kelas 9 menghadapi Ujian Nasional. 

Korona datang menyerang. Masyarakat mengerang. Semua sektor kehidupan dibuat tergucang, tak terkecuali dunia pendidikan.

Tak mudah mengubah pola dan sistem belajar konvensional menjadi belajar daring. Di awal pembelajaran daring, semua saling teriak. Pemberian tugas dari guru dianggap membebani anak. Orang tua menyerah dan melambaikan tangan. Mereka tak sanggup "menyelesaikan" tugas anak-anak mereka. Guru digadang-gadang hanya makan gaji buta karena pekerjaannya hanya memberi tugas dan instruksi, padahal tidak mengajar. Pengajaran diambil alih oleh orang tua, begitu katanya.

Di lain sisi, guru juga masih limbung. Mencari formula yang pas untuk menyiasati pembelajaran. Kurikulum masih menjadi momok hingga akhirnya Nadiem menyampaikan bahwa abaikan capaian kurikulum. Belum lagi, penguasaan teknologi beberapa guru senior juga pas-pasan. Boro-boro mengajar online, mengoperasikan komputer dasar saja masih kurang.

Namun, manusia adalah makhluk hidup yang paling tinggi derajatnya. Manusia itu adaptif dan tentunya harus solutif. Melihat banyak sekali kekurangan yang ada, maka Kepala Sekolah menginstruksi guru-guru untuk melakukan pelatihan-pelatihan yang menunjang pembelajaran jarak jauh. Kepala Sekolah tidak terima bahwa guru dikatakan makan gaji buta. Beliau memberi semangat dan motivasi agar para guru di sekolahnya mau belajar. Intinya, segala berita miring di luar sana harus dibuktikan dengan kerja nyata. Akhirnya, dengan memberdayakan SDM yang ada, pelatihan-pelatihan yang mendukung pembelajaran jarak jauh dilakukan. Tutornya ya teman sesama guru sendiri. 

Sekolah sendiri menggandeng Office 365 sebagai partner PJJ. Melalui Teams, pembelajaran tatap muka walaupun secara virtual bisa dilaksanakan. Guru-guru muda di awal mendampingi guru senior hingga mereka lincah mengoperasikan sendiri. Sekarang, alhamdulillah semua guru sudah mulai lincah. Membuat bahan ajar menggunakan Power Point atau Sway, mengadakan penilaian melalui Forms, bahkan olah data Excel sudah menjadi makanan sehari-hari. Tidak ada kata "gaptek" dalam kamus kami, yang ada hanya "belum terbiasa". 

Menjadi Guru di Masa Pandemi

Pandemi ini memang musibah besar. Namun, di balik ini semua, banyak perubahan paradigma di bidang pendidikan. Belajar tidak lagi harus bertemu muka dalam satu ruangan. 

Setiap orang adalah guru, setiap rumah adalah sekolah.

Sejak adanya pandemi ini, harusnya kita semua mulai paham dengan filosofi pendidikan yang disampaikan Ki Hadjar Dewantara.

Membuat anak betah belajar dari rumah bukan perkara mudah. Apalagi, tidak semua orang tua mempunyai kesempatan untuk menunggui anak-anak mereka. Oleh karena itu, tantangan sekali untuk guru membuat siswanya mempunyai semangat belajar yang tinggi.

Ada beberapa hal yang seharusnya dilakukan guru sebagai bekal mengajar di masa pandemi.

1. Menambah Ilmu dan Wawasan

Kalau guru ingin siswanya semangat belajar, maka guru pun juga harus senantiasa terbuka untuk mempelajari hal baru dan menambah wawasan. Ilmu itu terus berkembang, maka guru tidak bisa berhenti belajar dan merasa cukup. 

Bagaimana sih caranya membuat media penyampaian materi yang menarik? Bagaimana caranya sih membuat penilaian yang tidak meberatkan tetapi bermakna bagi kehidupan siswa nanti? Bagaimana metode mengajar yang tepat agar pembelajaran daring tidak terasa boring?

Semua itu butuh dipelajari. Mengajar daring tentu tidak sama dengan mengajar tatap muka. Oleh karena itu, saya termasuk orang yang suka mengikuti bimtek atau diklat, apalagi yang diadakan oleh Kementrian. Selain gratis, saya rasa memang ilmunya perlu saya dapatkan. Lumayan lah ya! Itung-itung kuliah singkat. 😁

2. Berani Keluar dari Zona Nyaman

Setiap orang pasti mempunyai zona nyamannya masing-masing. Begitu juga dengan guru. Ah, saya bisanya membagi materi lewat WA. Saya bagi materi saja lewat WA biar nanti tugasnya menyalin saja. Ada yang begitu? Ada! Pasti ada, tapi mudah-mudahan bukan kita. 😂

Menjadi guru di era pandemi ini harus mau menantang diri. Saya akan membuat presentasi yang menarik. Saya akan belajar membuat video pembelajaran. Saya akan belajar menggunakan aplikasi pendukung belajar online lainnya. Saya yakin, para siswa akan lebih semangat apabila guru mencoba berinovasi. 

Salah satu musuh utama belajar daring adalah kejenuhan. Dulu sewaktu tatap muka, mereka bisa bertemu dan bercanda dengan teman mereka. Sementara ketika belajar daring, hal itu tentu saja sulit sekali.

3. Memanusiakan Anak Manusia

Nah, ini! Masalah utama yang muncul setelah lebih dari setahun mengadakan pembelajaran jarak jauh adalah hilangnya ikatan batin antara guru dan siswa. Hilangnya simpati dan empati antara guru dan siswa. 

Padahal, di sinilah letak perbedaan pendidikan. Mendidik bukan hanya mengajar membaca dan menulis. Mendidik bukan sekadar membantu siswa menorehkan angka-angka di selembar kertas bernama ijazah. Mendidik adalah memberikan bekal pada anak untuk olah pikir, rasa, dan karsa. Mengajar menggunakan teknologi tidak berarti membuat anak belajar dengan robot. Guru tetaplah mempunyai kewajiban untuk menjalankan peran asah, asih, dan asuh dalam mendidik.

Kalau dulu sewaktu mengajar tatap muka, saya hanya membutuhkan waktu tak lebih dari satu bulan untuk menghafal nama siswa. Sekarang, bahkan setelah mengajar satu semester, saya baru hafal sebagian saja. Namun, setidak hafalnya saya dengan mereka, saya selalu berusaha memberi sentuhan "manusia" ketika mengajar. Menyebutkan nama mereka dan memberikan apresiasi personal membuat siswa merasa terikat dengan gurunya, saya berusaha melakukan itu. Walau dalam satu kali pertemuan paling-paling hanya bisa 5-7 orang, saya rasa cukup. Pada pertemuan selanjutnya, "sentuh" siswa lain. Begitu seterusnya.

Mengapa perlu menumbuhkan simpul antara guru dan siswa? Ini sangat berkaitan dengan semangat dan motivasi belajar.

Senjata yang Tepat untuk Pendidik di Era Pandemi

Apalagi senjata utama guru saat ini kalau bukan laptop? Udah deh, hampir bisa dipastikan semua guru sekarang kalau ke sekolah pasti bawa laptop. Bahkan, banyak yang akhirnya merasa harus beli laptop karena ini adalah senjata andalan untuk berperang. Guru yang tidak mempunyai laptop ibarat serdadu tanpa senapan berpeluru.

Laptop yang selama ini menemani saya adalah ASUS X201E warna biru yang sekarang sudah minta di-lem biru (lempar beli yang baru). Mungkin dia sudah mulai lelah. Laptop ini saya beli sekitar tahun 2013 ketika saya sedang menempuh Pendidikan Profesi Guru dari uang buku yang diberikan waktu itu. Ketika saya ngajar pulang pergi Demak-Semarang, laptop ini selalu setia. Tidak pernah tidak masuk tas. Alhasil beretlah sana-sini. Namun, sekalipun sudah beret sana-sini, performanya masih josh. Sayangnya, tiba-tiba ia mati tak berdaya. Ya sudah! Saya memang harus segera mencari penggantinya.

Orang cerdas tentu akan memilih senjata yang PAS. Nah, apa sih laptop cocok untuk membantu guru menjalan tugasnya? Setelah baca sana- baca sini, ternyata ada lho laptop dengan harga yang cukuplah buat dompet guru dengan spesifikasi mumpuni buat jadi senjata. Yups! ASUS VivoBook 14 A416 jawabnya.

Mengapa ASUS VivoBook 14 A416?

Apa sih kelebihan ASUS VivoBook 14 A416 hingga saya nobatkan jadi senjata yang pas buat guru? Saya jabarkan alasan-alasan kenapa para guru harus menggunakan ASUS VivoBook 14 A416.

1. Super Tangguh dan Gesit

Para guru pasti tahu bagaimana repotnya mempersiapkan bahan ajar dan adiministrasi mengajar. Jendela Chrome dengan belasan tab dibuka, ditambah Power Point, Word, Excel, eh kadang masih ditambah aplikasi video player. Kadang, laptop itu cuma "muser" saja. Not Responding. Mungkin beban hidupnya kerjanya terlalu berat. Nah, kalau begini, udah deh. Pasti kalau semangat enggak ngedrop ya uring-uringan. 😂

Nah, otak si ASUS VivoBook 14 A416 ini adalah  Prosesor Intel® Core™ generasi ke-10. Sudah tahu dong kehebatan performa Intel® Core™ i5 generasi ke-10 ini? 

Prosesor Intel® Core™ Generasi ke-10 dengan serangkaian fitur yang dimiliki memungkinkan Kawan Suzan mengakses berbagai apapun yang dibutuhkan dengan cepat. Varian tertinggi dari laptop ini sudah menggunakan Prosesor Intel Core i5-1035G1 yang membuat pekerjaan apapun makin wuzz. 

Saya beberapa bulan belakangan ini tertarik sekali membuat video pembelajaran. Beberapa kali membuat video dengan mengeditnya di HP. Sebenarnya pengen banget ngedit menggunakan laptop, apa daya, ngedit video di laptop itu membutuhkan kesabaran yang ekstra. Nah, konon si ASUS VivoBook 14 A416 ini sudah didukung NVIDIA GeForce MX330 untuk menunjang  performa grafis. 

Untuk memori, ASUS VivoBook 14 A416 menggunakan DDR4 yang sebenarnya standar memori yang digunakan laptop modern. Namun, Kawan Suzan masih dapat meningkatkan hingga 12GB untuk kinerja yang lebih oke.

Perpaduan Prosesor Intel® Core™ generasi ke-10, NVIDIA GeForce MX330, dan  DDR4 RAM pasti akan membuat Kawan Suzan mengucapkan bye-bye lemot!

2. Kapasitas Penyimpanan yang Besar

"Dulu pas baru beli, laptop ini oke-oke saja deh. Kenapa sekara lolaaa banget ya?"

Kapasitas penyimpanan pengaruh juga sama kinerja laptop kamu. Semester dua tahun lalu, saya ada projek membuat video dengan anak-anak. Banyak banget video bagus yang mereka kirimkan ke saya. Laptop yang sudah penuh jadi penuh banget. Alhasil, kalau sedang olah data, loading suka bikin pusing. Akhirnya saya siasati dengan menyimpannya di Cloud. Susahnya, kalau mau digunakan, sungguh tidak praktis.


ASUS VivoBook 14 A416 memiliki dua jenis penyimpanan yaitu 2.5” SATA dan M.2 PCIe yang memungkinkan Kawan Suzan dapat menikmati SSD hingga 256 GB dan HDD hingga 1TB. Dengan ruang penyimpanan ini, Kawan Suzan dapat menyimpan file instalan aplikasi di SSD dan menyimpan file-file besar di HDD. 

Penggunaan SSD di laptop ini tentunya bukan tanpa alasan. Seperti kita ketahui, SSD itu lebih cepat booting dan read and write program, hal ini agar ASUS VivoBook 14 A416 dapat memberikan performa terbaiknya terutama dalam menujang kecepatan.

3. Simpel dan Ringkas

Selama pembelajaran jarak jauh jangan dikira guru selalu mengajar dari rumah. Selama bukan kondisi khusus (ada instruksi bekerja dari rumah), guru umumnya mengajar di sekolah. Ketika ada jadwal mengajar, para guru akan membawa senjata mereka ke kelas-kelas yang dirasa nyaman digunakan untuk mengajar. 

Selain laptop, saya juga pasti membawa beberapa buku teks. Alhasil, ransel saya tuh berat banget. ASUS VivoBook 14 A416 ini ngerti banget. Bobotnya hanya 1,6 kilogram dengan ketebalan 19,9mm. Tidak memakan tempat, enteng pula. Chargernya juga sangat ringkas.

Teknologi NanoEdge Display ASUS memungkin bezel layar pada Vivobook 14 tampil sangat tipis. Jadi, screen to body ratio-nya bisa sampai 82%. Namun, jangan khawatir. Sekalipun begitu, ASUS tetap membekali laptop ini dengan kamera. Jadi, Kawan Suzan bisa menyapa para siswa. 😀

4. Layar Ramah Mata

Salah satu hal yang sering dikeluhkan sejak adaanya pembelaran daring alias pembelajaran jarak jauh adalah mata sering pegal dan gatal. Mungkin efek terlalu lama di deoan layar monitor. 

ASUS VivoBook 14 A416  dibekali layar berukuran 14 inci dengan resolusi hingga full HD. Ada lapisan antisilau (antyglare) yang dapat mengurangi gangguan bekerja. Mau ngajar daring di mana saja, tidak masalah. Walau terkena sinar matahari atau cahaya lampu, lapisan ini akan meredam pantulan cahaya yang dihasilkan. Sehingga mata lebih leluasa dengan layar monitor. 

Sudut pandang juga bisa disesuaikan bahkan hingga 178 derajat. Buat para guru yang hampir setiap hari di depan layar,  mempunyai laptop dengan kustomisasi sudut pandang sangat dianjurkan untuk menjaga mata tetap sehat. 

5. Nyaman Untuk Mengetik

Bahan ajar dan guru tidak dapat dipisahkan, belum lagi laporan dan administrasi. Modul yang dibuat sendiri oleh guru, selain memudahkan siswa mempelajari materi, juga bentuk kasih sayang guru pada siswanya. Perangkat administrasi juga dibuat untuk membuat perencanaan mengajar yang baik. Oleh karena itu, guru membutuhkan laptop yang nyaman digunakan untuk mengetik untuk menunjang kebutuhan tersebut.


Papan tuts didesain secara ergonomis dengan memperhatikan konstruksi bagian agar kokoh.  Jarak tiap tuts (key travel) 1,4 mm yang memberikan kenyamanan yang pas untuk mengetik. Jarak ini tidak terlalu rapat, tidak juga terlalu longgar. 

ASUS VivoBook 14 A416 sudah memberikan fitur backlit keyboard. Fitur ini sangat berguna sekali untuk mengetik di ruangan yang minim cahaya. Nah, kalau yang ini bermanfaat sekali untuk mengetik di kala listrik padam. Karena belakangan memang listrik sering padam. Ketika harus menyelesaikan ketik-mengetik, agak repot karena laptop saya belum memiliki fitur ini.

6. Baterai Prima

Pernah karena buru-buru, lupa enggak nge-charge laptop. Di tengah-tengah ngajar online, laptop mati. Padahal tinggal berapa menit lagi. Alhasil, saya mohon maaf dan menutup pembelajaran melalui grup WA.

Baterai pada ASUS VivoBook 14 A416 memiliki kapasitas 37WHrs, 2S1P, 2-cell Li-ion. Untuk pemakaian komputasi dasar, laptop bisa bertahan hingga 8 jam. Nilai tambahnya adalah pada teknologi fast charging-nya. Untuk mengisi baterai dari  sampai 60% hanya butuh 49 menit menit. Cocok sekali buat yang sering lupa nge-charge dan mesti buru-buru. 

Bagusnya ASUS tuh baterainya menggunakan polimer-lithium yang berkualitas tinggi. Hal ini membuat baterai selalu dalam kondisi baik karena terlindungi dari pengisian yang berlebihan dan meminimalisir risiko pembengkakan baterai.

7. Paket Koneksi Lengkap

Pernah sebel ketika ingin presentasi tapi laptop tidak dapat disambungkan ke proyektor? Jangan khawatir, dengan ASUS VivoBook 14 A416 itu tidak akan terjadi.

Port koneksi di laptop ini tuh terbilang lengkap. Ada USB 3.2 Gen 1 Type-A, USB 3.2 Gen 1 Type-C™, Output HDMI, Audio Jack Combo 3.5mm, USB 2.0, DC-in dan Micro SD Card Reader. Selain itu, laptop ini juga didukung fitur Wi-Fi 5 (802.11ac) dan Bluetooth 4.1. Kawan Suzan tak perlu khawatir urusan transfer-mentransfer data dan keperluan presentasi.

Oh, iya!  Fitur Wi-Fi 5 ini tentunya sangat membantu banget untuk guru mengajar daring. Koneksi laptop ke jaringan Wi-Fi jadi lebih lancar. Transfer file besar pun tidak masalah. Conferrence dengan anak-anak di Teams jadi lancar jaya. 😊

8. Kemanan Di Ujung Jari

Terkadang, kita perlu memberi ruang privasi untuk laptop kita karena banyaknya data-data penting di dalamnya. Makanya, kadang perlu nih memasang password untuk log in. 

Nah masalahnya, ketika terburu-buru hal ini agak menggangu. Apalagi jika password yang kita gunakan memang agak rumit. Teknologi ASUS sudah memberi sentuhan fingerprint sensor.  Sekali sentuh, taraaaa! Hebatnya, jika memang ini benar-benar laptop yang tidak boleh dipakai orang lain, maka hanya kita yang bisa membuka laptop. Siapa coba yang bisa menduplikat sidit jari? 😁

9. Plus Windows 10 Home & Office  Pre-installed

Pekerjaan guru tidak lepas dengan komputasi dasar. Aplikasi komputasi dasar yang familiar dan mudah digunakan adalah  Microsoft Office. Siapa yang kalau punya laptop tahunya cuma makai? Sama dong seperti saya!

Nah, pernah suatu waktu karena dipasang Office Trial saya tidak bisa mengoperasikan semua aplikasi. Padahal waktu itu sedang masa akhir semester. Tahu dong bagaimana repotnya? Olah nilai, bikin rapor, dan segala macem. Nah, dengan ASUS VivoBook 14 A416 kamu tak perlu khawatir. 

Laptop tipis ini sudah dilengkapi Windows 10 Home dan Microsoft Office Home & Student 2019 pre-installed. Tidak perlu lagi tuh pakai aplikasi-aplikasi bajakan lagi. Tahu sendiri kan berapa harga aplikasi ini jika dibeli terpisah?

10. Perlindungan Ekstra

Asus paham betul dengan konsumennya. Banyak sekali antisipasi yang sudah dipikirkan untuk membuat pelanggannya merasa aman dan nyaman dengan laptop buatannya. 

ASUS VivoBook 14 A416 dilengkapi E-A-R® HDD protection yang yang mampu meredam guncangan untuk melindungi data HDD dari guncangan fisik. Laptop ini juga menggunakan Reinforced Chassis. Keyboard, engsel, dan komponen lainnya lebih kokoh dengan penahan logam di bawah keyboard.

Siapa yang teledor dan grasah-grusuh? Vivobook 14 menggunakan Reinforced Lid yaitu menambahkan pelindung benturan pada tiap sisinya. Hal ini untuk melindungi cover, layar, dan engsel agar tetap aman digunakan dan tidak mudah rusak.

Spesifikasi ASUS VivoBook 14 A416 

Mau tahu lebih dalam tentang ASUS VivoBook 14 A416? Coba deh cermati spesifikasi laptop ini. Dijamin makin ngiler.😆

Main SpecASUS VivoBook 14 (A416)
CPUIntel® Core™ i5-1035G1 Processor 1.0 GHz (6M Cache, up to 3.6 GHz)
 Intel® Core™ i3-1005G1 Processor 1.2 GHz (4M Cache, up to 3.4 GHz)
 Intel® Celeron N4020 Processor 1.1GHz (4M Cache, up to 2.8GHz)
OSWindows 10
Memory4GB DDR4 RAM
Storage1TB 5400 rpm SATA HDD
 256GB PCIe® Gen3 x2 SSD
 512GB PCIe® Gen3 x2 SSD
 1TB HDD + 256GB SSD
Display14.0″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) IPS Anti-Glare
 14.0″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) Anti-Glare
 14.0″ (16:9) LED backlit HD (1366×768) Anti-Glare
GraphicsNVIDIA GeForce MX350 (optional)
 Intel UHD Graphics
Input/ Output1x HDMI 1.4, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C, 2x USB 2.0 Type-A, Micro SD card reader
CameraVGA Web Camera
ConnectivityWi-Fi 5 (802.11ac), Bluetooth 4.1
AudioSonicMaster, Audio by ICEpower®, Built-in speaker, Built-in microphone
Battery37WHrs, 2S1P, 2-cell Li-ion
Dimension32.54 x 21.60 x 1.99 ~ 1.99 cm
Weight1,6 Kg
ColorsTransparent Silver, Slate Grey
IncludedSoftware: ASUS Splendid, ASUS Tru2life Video, ASUS AudioWizard
Warranty2 tahun garansi global

Harga ASUS VivoBook 14 A416 

Harga ASUS VivoBook 14 A416  cukyp bervariasi, tergantung dari spesifikasi yang ada. Harga paling rendah dimulai dar Rp4.799.000. Kawan Suzan bisa mencermati harga di bawah ini untuk menimbang-nimbang Vivobook 14 mana yang mau dibawa pulang.

SpesifikasiHarga
Celeron N4020 /   Intel UHD Graphics / 4GB / 1TB HDD)Rp4.799.000
Celeron N4020 / Intel UHD Graphics /   256GB PCIe SSD)Rp4.899.000
Core i3 / Intel UHD Graphics / 4GB / 1TB   HDD)Rp6.699.000
Core i3 / Intel UHD Graphics / 4GB /   512GB PCIe SSD)Rp7.099.000
Core i3 / GeForce MX330 / 4GB / 256GB   PCIe SSD)Rp7.499.000
Core i5 / GeForce MX330 / 4GB / 512GB   PCIe SSD)Rp10.099.000
Core i5 / GeForce MX330 / 4GB / 1TB HDD +256GB PCIe SSD)Rp10.799.000

Penutup

Bagi guru, laptop bukan sekadar pelengkap. Laptop adalah senjata utama dalam mengajar. Oleh karena itu, memilih laptop yang tepat tentunya sangat membantu guru dalam bekerja. 

Dengan mempertimbangkan spesifikasi beserta kelebihan yang dipunyai juga harga,  ASUS VivoBook 14 A416 bisa dibilang laptop yang tepat untuk mempersenjatai guru mengajar daring tanpa pusing. 

Salam,


Artikel ini diikutsertakan dalam "ASUS VivoBook 14 A416 Blog Competition"




Susana Devi Anggasari
Susana Devi Anggasari Hai, saya Susana Devi. Mamak dari Duo Mahajeng, Mahajeng Kirana dan Mahajeng Kanaya. Saya ibu rumah tangga yang nyambi jadi PNS. Untuk menjalin kerja sama, silakan hubungi saya.

Berlangganan via Email