Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menyerah

puisi-menyerah


Ada nasib di jari-jemari yang menari lincah di atas keyboard laptop tua yang diberi oleh salah satu rekannya


Beras tinggal sekilo, Pak

Baju anak-anak sudah kekecilan, Pak

Listrik harus segera diisi, Pak


Deretan keluh memenuhi kepala


Jari jemari itu berhenti

Cukup lama

Hingga akhirnya, ia menutup laptop yang sejak selepas magrib sudah dinyalakan


Ia menggadaikan satu-satunya sumber penghasilannya

Ia menggadaikan mimpinya

Susana Devi Anggasari
Susana Devi Anggasari Hai, saya Susana Devi. Mamak dari Duo Mahajeng, Mahajeng Kirana dan Mahajeng Kanaya. Saya ibu rumah tangga yang nyambi jadi PNS. Untuk menjalin kerja sama, silakan hubungi saya.

10 komentar untuk "Menyerah"

  1. Jangan...
    Jangan nyerah, Kak..
    Tetap semangat..

    BalasHapus
  2. Sabar yaa, nanti pasti dapat ganti lagi. Laptop baruuuu 😂

    BalasHapus
  3. Jangan pernah menyerah. Semangat. Sukses selalu. 😊

    BalasHapus
  4. Ini puisi kak? Bagus si, tapi serasa bukan puisi:v

    BalasHapus
  5. Dilema kepala rumah tangga, antara idealisme dan kenyataan hidup

    BalasHapus
  6. Ya Ampun. Ini hanya bebaris kata tapi kok maknanya dalam ya..

    BalasHapus
  7. PUISI KI ... JANGAN MENYERAH ...

    BalasHapus
  8. Ini masuk flash fiction ya mbak?

    BalasHapus

Berlangganan via Email