Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cekal

Puisi-pemuda


Di sebuah kamar petak berbau asap rokok Seorang pemuda berambut gimbal mengucek mata yang belum membuka sepenuhnya

Mereka bilang sampah masyarakat
Pemuda berambut gimbal membuka ponsel 
Menekan-menekan layar
Ada mata penuh harap
Sepersekian detik, ada api yang padam disiram hujan di matanya
Lalu gemuruh riuh di dadanya terdengar lantang

Pemuda gimbal menjambak rambut di kepalanya
Layar di ponsel berisi tulisan
Rp37.300

Di kepalanya, ada Emak yang menanti ditengok
Juga adik yang menunggu sepatu baru untuk mengganti sepatunya yang menganga seperti mulut buaya

Puisinya tak selaku dulu
Beberapa menjadi sampah
Beberapa diupah tak pantas

Puisi pemuda berambut gimbal terlalu brutal
Puisi pemuda berambut gimbal bagi pejabat seperti panggilan ajal

Terlalu lantang
Terlalu menantang
Susana Devi Anggasari
Susana Devi Anggasari Hai, saya Susana Devi. Mamak dari Duo Mahajeng, Mahajeng Kirana dan Mahajeng Kanaya. Saya ibu rumah tangga yang nyambi jadi PNS. Untuk menjalin kerja sama, silakan hubungi saya.

Posting Komentar untuk "Cekal"

Berlangganan via Email