Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagi Ibu, Mi Instan itu Mewah

mi-instan-buat-ibu

Saya heran mengapa mie instan yang harganya murah meriah itu bisa menjadi makanan mewah. Bagaimana tidak mewah? Butuh perjuangan ekstra untuk bisa menikmati lezatnya mie dengan kuah yang selalu ngangeni. Untuk memakannya, saya harus memastikan Kirana dan Kanaya sudah tidur atau lagi main ke rumah Mbah Wedok.

Pernah suatu ketika, setelah pulang sekolah ketika lagi capek-capeknya, pengen banget makan mi kuah ekstra pedas. Rasanya, mi instan super pedas mampu membuat saya lebih bersemangat. Baru setengah proses memasak, eh ... Kirana pulang. Ambyar sudah angan-angan saya untuk menikmati gurihnya kuah mi instan. Tak ada yang bisa menyaingi kenikmatan kuah mi instan.

Saya juga heran mengapa mie instan yang katanya enggak ada gizinya ini menjadi satu-satunya makanan yang ingin saya santap ketika tidak enak badan. Kalau badan lagi lemes, kepala cumleng, ditambah cuaca dingin; maka makanan satu-satunya yang ingin saya makan yang mi instan. Dua kali saya hamil, saya belum pernah merasakan ngidam. Namun, kalau badan saya sedang meriang, saya pasti ngidam mi instan. Mi instan dengan irisan cabai yang cukup bikin bibir dower, tanpa tambahan apa-apa. Jangan ditambah kol atau jamur. Pokoknya mi instan original ditambah cabai rawit. 

Suami saya sampai hafal betul perkara ini. Jika mengetahui istrinya letih, lesu, dan tidak bersemangat, ia pasti siap sedia membuatkan mi instan. Selain hemat, mungkin membuatkan saya mi instan lebih baik baginya daripada mengajak saya jalan-jalan ke supermarket, bisa berabe.😂

Selain mi instan kuah, saya suka makan mi sebagai camilan. Siapa yang juga pernah begini? Tahu mi instan goreng? Mencampur bumbu dengan mi yang diremuk dibungkusnya itu eunaaaak banget, lho! Kadang saya masih melakukan ini. Tapi, ya itu: nunggu anak-anak tidak di rumah. Bisa panjang kalau ketahuan mereka. 

Saya termasuk orang tua garis keras yang melarang anak-anak untuk makan mi instan. Boleh sih, tapi tidak sering. Namun, saya sendiri mengaku belum bisa lepas dari mi instan. Nah, lho!😅

Lha bagaimana lagi? Semua lidah yang sudah terkontaminasi rasa mi instan pasti akan susah lepas darinya. 


Susana Devi Anggasari
Susana Devi Anggasari Hai, saya Susana Devi. Mamak dari Duo Mahajeng, Mahajeng Kirana dan Mahajeng Kanaya. Saya ibu rumah tangga yang nyambi jadi PNS. Untuk menjalin kerja sama, silakan hubungi saya.

2 komentar untuk "Bagi Ibu, Mi Instan itu Mewah"

  1. Dan hari ini aku membeli mi instant satu biji mba hi hi hi.. Benar benar mewah ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga nulis ini setelah makan mi instan Mbak 😅😅

      Hapus

Berlangganan via Email