Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Melamar Kerja untuk Dapatkan Pekerjaan Impian

cara-melamar-pekerjaan

Tips Melamar Kerja untuk Dapatkan Pekerjaan Impian-Siapa sih yang enggak ingin mendapat pekerjaan idaman dengan gaji yang menjanjikan? Sayangnya, mendapatkan pekerjaan idaman bukanlah hal yang gampang.  Jumlah penyedia lapangan kerja tak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Kamu harus ingat, bukan kamu saja yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang kamu 

Tips Melamar Kerja untuk Mendapatkan Pekerjaan Impian

Di antara para pelamar kerja itu, mereka memiliki latar belakang yang bermacam-macam. Ada yang sudah ahli di bidangnya, ada yang baru merampungkan pendidikannya. Mengingat ketatnya persaingan kerja, kamu harus bisa menyusun strategi yang tepat untuk mendapatkan pekerjaan yang kamu impikan. 

Berikut adalah tips melamar kerja yang bisa kamu lakukan.

tips-melamar-pekerjaan

1. Pastikan Lamar Pekerjaan yang Kamu Suka dan Kamu Bisa

Bekerja itu bukan main-main yang jika kamu merasa enggak cocok bisa keluar seenaknya sendiri. Makanya, penting banget untuk Kawan Suzan memastikan bahwa pekerjaan yang akan dilamar adalah pekerjaan yang memang sesuai sama hati dan bakal bisa dilakukan.

Perhatikan juga job desk pekerjaan yang akan kamu lamar. Pastikan kamu mampu melakukannya. Meskipun kamu belum sepenuhnya menguasai, takar apakah kamu mampu mempelajarinya ketika nanti sudah bekerja. Jangan ngoyo untuk mengambil pekerjaan yang memang bukan kapasitasmu.

Orang bekerja itu harus bahagia. Jika kamu sudah enggak sreg sama pekerjaan yang kamu jalani, maka kamu sendiri bakal enggak nyaman. Jangan sampai di awal melamar kerja kamu gunakan prinsip ah yang penting kerja dulu!

2. Cerdas Mencari dan Menciptakan Lowongan

Jika sudah mantap dan paham ingin bekerja di bidang apa, maka bangunlah relasi seluas-luasnya. Lowongan kerja bisa datang dari mana saja. Memiliki banyak kenalan memungkinkan Kawan Suzan mendapat banyak informasi lowongan. Bahkan, bisa jadi mendapat pekerjaan dari mereka. 

Lebih bagus lagi, kamu bisa membuat lingkaran relasi yang sesuai bidang kerja yang ingin dibidik. Seandainya Kawan Suzan ingin menjadi perawat di sebuah rumah sakit terkenal, tentu saja harus banyak mempunyai teman yang bekerja di bidang kesehatan. Selain mendapatkan informasi lowongan, kamu juga bisa mendapatkan informasi tentang pekerjaan tersebut, seperti standar gaji, beban kerja, dan sebagainya.

Kawan Suzan juga bisa memanfaatkan internet. Bergabunglah dengan komunitas-komunitas pencari kerja atau manfaatkan situs pencari kerja. Ada Linkedln, Jobstreet, JobsDB, Jobs.id, atau Karir.com yang bisa kamu coba. Kamu juga bisa mencari lowongan kerja melalui media sosial seperti instagram atau facebook.

Selain mencari lowongan kerja, Kawan Suzan juga bisa menciptakan lowongan kerja sendiri. Coba kamu cari apa kelebihan yang bisa kamu kembangkan. Kalau kamu bisa menggambar sketsa wajah, coba kamu buat beberapa sketsa wajah dan unggah di media sosial kamu. Suatu saat, orang yang butuh jasa kamu pasti akan berupaya menghubungi.

Misalnya lagi, kamu punya kemampuan mengajar. Namun, tak juga mendapat sekolah yang sesuai dengan kriteria yang sudah kamu patok. Coba deh, kamu beramal dulu. Kamu bantu anak tetanggamu mengerjakan tugas sekolah. Jika si anak mengalami peningkatan belajar, kamu bisa minta si anak atau orang tua anak tersebut mempromosikan dirimu. Bisa buka bimbel di rumah deh! 😀

Mudah kok cara mendapat pekerjaan. Kamu tinggal pilih: cari lowongan kerja yang pas atau ciptakan lowongan kerjamu sendiri!

3. Lakukan Riset 

Apabila kamu mendapat informasi adanya lowongan kerja, maka lakukan riset sebelum memtuskan melamar. Cari tahu bagaimana profil perusahaan. Berapa kisaran gaji yang diberikan. Cek lokasi dan bagaimana aksesnya. Terjangkau atau tidak?

Kamu harus memperhitungkan segalanya di awal. Apakah gaji yang diberikan sesuai dengan beban kerja yang ada? Apakah jarak tempat kerja dengan rumah terjangkau? Perhatikan jarak dan waktu tempuh. Jangan sampai karena tidak mempertimbangkan hal ini, kamu terpaksa mengundurkan diri karena merasa jarak terlalu jauh. 

Ingat! Sebagai pencari kerja kamu harus bisa menjaga kredibilitas. Kalau seenaknya mengundurkan diri dengan alasan remeh-temeh seperti ini, bisa jadi kamu mendapat catatan tersendiri. Akan sangat merugikan jika suatu saat kamu melamar kerja di tempat yang sama nantinya.

4. Buat Lamaran Kerja dan CV yang Menjual

Perusahaan ibarat pembeli. Jalan yang menghubungkan kamu dengan mereka adalah surat lamaran dan CV. Makanya, kamu harus membuat surat lamaran dan CV yang menjual. Ini penting sekali. Agar sekali lirik, mereka terpikat untuk "membeli"-mu.

Oleh karena itu, kamu wajib paham bagaimana cara membuat surat lamaran kerja dan  daftar riwayat hidup yang benar. Gunakan foto yang cocok untuk melamar kerja. Perhatikan berkas yang harus dilampirkan. Pastikan juga kamu mencantumkan kontak yang dapat dihubungi. Jangan sampai, gara-gara hal sederhana yang tidak kamu perhatikan, kamu gagal mendapat pekerjaan impianmu.

5. Kirimkan Lamaran dengan Memperhatikan Etika

Saat ini, lamaran dapat dikirimkan secara langsung ataupun secara online. Mau mengirim surat lamaran secara langsung ataupun secara online semua ada etikanya. Sejak pertama kamu bersinggungan dengan perusahaan yang diincar, kamu harus sadar bahwa apa pun bisa menjadi penilaian mereka.

Pastikan kamu sudah membaca lowongan dengan saksama. Biasanya, di dalam lowongan ada informasi terkait ke mana kamu harus mengirim lamaran. Jika lamaran harus dikirim langsung, maka datanglah ke perusahaan tersebut. Perhatikan, di bagian mana kamu harus menyerahkan lamaran. Jika tidak ada, kamu bisa menanyakan hal tersebut pada satpam atau customer service yang biasanya ada di lobi.

Jika harus mengirimkan surat lamaran melalui email, ya kirimkan saja melalui email, Jangan bersusah-payah datang ke perusahaan. Itu sangat tidak berguna, Nyi Sanak!

Jangan lupa, perhatikan etika dalam mengirim surat lamaran melalui email. Buat pembuka percakapan yang jelas. Tulisan keperluan di subject  email. Jangan hanya mengirimkan email kosong dengan surat lamaran dan CV sebagai lampiran. Kalau saya bagian penyeleksinya, dijamin tidak akan saya baca. 😂

6. Percantik Media Sosial

Setelah melamar pekerjaan, bukan berarti selesai. Ada beberapa hal yang masih harus diperhatikan. Saat ini media sosial menjadi cerminan pribadi seseorang. Coba cek media sosial kamu! Jangan sampai isinya hanya nyinyiran  dan keluhan semata. 

Lebih bagus lagi, kamu menggunakan  media sosial untuk membangun branding. Mereka, para pencari kerja, apalagi yang bergerak di bidang jasa, umumnya menggunakan media sosial untuk mencari calon pekerja mereka. 

Dari media sosial, mereka dapat melihat bagaimana cara kamu berinteraksi terhadap tanggapan orang. Mereka juga dapat melihat sudut pandangmu dalam melihat sebuah masalah. 

7. Rutin Cek Email

Salah satu cara perusahaan menghubungi pelamar kerja adalah melalui email. Jika kamu sedang mengirim surat lamaran kerja, apalagi secaraa online pastikan kamu membuka email secara teratur. Siapa tahu perusahaan menghubungimu untuk melakukan wawancara kerja.

Jika ada undangan wawancara kerja, pastikan untuk membalas undangan tersbut. Sampaikan kesediaan dan kesanggupan untuk datang. Jika ternyata kamu tidak dapat datang pada jadwal yang ditentukan, kamu juga harus menyampaikannya. Siapa tahu mereka akan membuat jadwal ulang.

Bagaimana jika kamu sudah diterima kerja di tempat lain? Kamu juga harus mengabarkannya. Kamu tidak akan tahu apakah suatu saat nanti membutuhkan perusahaan tersebut atau tidak. Oleh karena itu, kamu wajib menjalin hubungan baik dengan setiap perusahaan. 

8. Datang Tepat Waktu ketika Wawancara

Berikan kesan pertama yang memukau. Wawancara kerja adalah saat yang tepat untuk menunjukan performa kamu. Jangan sampai mereka melabeli kamu tidak disiplin hanya karena telat beberapa menit. 

Usahakan datang 10-15 menit sebelum jadwal yang ditentukan. Selain untuk menunjukan bahwa kamu adalah orang yang tepat waktu, kamu dapat menggunakan waktu ini untuk menenangkan diri sebelum wawancara.

Semoga, Lamaran Kerja Diterima

Silakan dicoba. Semoga tips melamar kerja tersebut dapat mengantarkan Kawan Suzan mendapatkan pekerjaan impian. 




Salam,
cara-mendapatkan-pekerjaan


Susana Devi Anggasari
Susana Devi Anggasari Hai, saya Susana Devi. Mamak dari Duo Mahajeng, Mahajeng Kirana dan Mahajeng Kanaya. Saya ibu rumah tangga yang nyambi jadi PNS. Untuk menjalin kerja sama, silakan hubungi saya.

Posting Komentar untuk "Tips Melamar Kerja untuk Dapatkan Pekerjaan Impian"

Berlangganan via Email