Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kartu ATM Tertelan? Jangan Panik!

kartu-atm-tertelan

Setelah sekian lama ngerasain juga yang mananya kartu ATM tertelan. Ternyata, bukan hanya janji manis yang bisa ditelan πŸ˜…. Dulu sih pernah berpikir, kayanya enggak mungkin deh ATM bisa tertelan. Prosedur mengambil uang ATM kan ya gitu-gitu saja. Masa iya sih bisa sampai begitu. Nah, lho! Akhirnya mengalami juga. 


Penyebab Kartu ATM Tertelan

Secanggih apa pun teknologi, tetap bikinan  manusia juga. Pasti ada eror-nya seuatu waktu. Begitu juga dengan ATM. yang paling ngeselin adalah ketika kartu ATM tertelan. Lah, harta benda yang bisa jadi modal bertahan hidup selama sebulan ada di situ. Mana kita enggak punya kekuatan sakti untuk membuka mesin ATM seketika juga. Belum lagi, isi dompet yang tinggal sayu lebar. Iya kalau berwarna merah. Kalau tinggal satu, itu pun yang bawa golok? AlamaaaaakπŸ˜‚.

Ternyata ada banyak penyebab mengapa kartu ATM bisa tertelan.

1. Mesin Tidak Beres

Nah, ini yang terjadi pada saya. Kenapa saya bilang begitu, karena sudah ada beberapa kenalan yang mengalami masalah serupa di mesin ATM yang menelan kartu saya. Sayanya juga sih, sudah tahu pernah diberi tahu, eh tetep saja ngambil di situ. Soalnya, males ke ATM lain yang tidak sejalur sama jalan pulang.

Jadi, saya adalah nasabah BPD Jateng. Tahu kan kalau ATM gaji dari BPD itu enggak ada biaya walau mau melakukan penarikan melalui ATM mana saja. Nah, di dekat sekolah saya ada ATM BRI. Dipikir-pikir daripada saya harus ke ATM lain yang artinya saya harus nglegake, saya rencana ambil saja di ATM terdekat. Toh selama ini juga ngambil di sana enggak masalah.

Ketika kartu ATM saya masukan, tampilan layar tidak berubah lama sekali. Aduh, masalah ini! Benar saja, ketika saya cancel, kartu ATM tidak bisa keluar. Fix, ATM saya tertelan!

Ketika saya mengurus kartu ATM pengganti, pegawainya menyarankan untuk mengambil uang di mesin ATM yang memiliki sistem yang sama. Saat ini kartu ATM BPD menggunakan teknologi chip. Katanya kalau mau aman, jika terpaksa tidak menemukan mesin ATM BPD lebih baik ngambil uang di mesin ATM BCA yang sama-sama sudah menerapkan sistem chip. Soalnya, ada beberapa mesin ATM yang belum bisa membaca chip. Oh, baiklah! Namun, lain kali sepertinya saya akan mengambil uang hanya di mesin ATM sesuai bank yang mengeluarkan kartu saja πŸ˜†.

2. Listrik Padam

Kartu ATM juga bisa tertelan ketika listrik tiba-tiba padam dan transaksi belum selesai. Sama halnya dengan mesin-mesin lain, mesin ATM membutuhkan listrik untuk pengoperasiannya. Kalau ATM memiliki generator yang sedia setiap saat memasok cadangan listrik jika terjadi pemadaman, jangan khawatir. Kartu ATM bisa saja segera keluar jika mesin melakukan boating ulang. Namun, bagaimana  jika tidak? Biasanya kartu ATM akan tertelan di mesin.

3. Salah Memasukan PIN 

Ternyata salah memasukan pin berkali-kali juga bisa membuat tertelan kartu ATM. Kondisi ini sebenarnya bertujuan melindungi nasabah. Jika PIN yang dimasukan berulang kali salah, maka kartu ATM akan menolak akses sementara. Ada yang kembali mengeluarkan kartu ada yang justru menelan kartu ATM. Makanya sangat disarankan untuk membuat PIN yang jelas dan mudah diingat. 

4. Kartu ATM Tidak Segera Diambil Setelah Transaksi Selesai

Setelah transaksi selesai, kartu ATM otomatis akan keluar dari mesin. Nah, terkadang ada nasabah yang lalai untuk segera mengambil kartu ATM-nya. Saya pernah menemui pengguna ATM yang kartu ATM-nya tertelan karena sibuk mengambil uang yang tercecer di lantai. Mungkin karena panik, akhirnya justru ia lupa mengambil kembali kartu ATM-nya. 

5. Kartu ATM Bermasalah

Kartu ATM sudah didesain sedemikian rupa agar uang yang kita simpan di bank aman tentunya. Jika kartiu ATM tergores atau melengkung, maka ada data yang tidak dapat diproses. Beberapa mesin ATM ada yang segera memuntahkan kartu ATM yang tidak bisa terbaca, adapula yang menelannya. 

6. Tindak Kejahatan

Namanya orang jahat ya, ada saja. Kadang mereka tuh sebenarnya cerdas, cuma sayang saja kadang kecerdasannya tidak digunakan sebagaimana mestinya. Konon ada yang sengaja menaruh benda atau penghalang agar ATM bisa tertelan kembali. Ketika ATM tertelan dan ada orang lain yang berusaha menolongmu dengan menanyakan PIN, jangan berikan! Ingat, petugas bank pun tidak pernah meminta PIN kita secara langsung ketika akan melakukan transaksi. 


Cara Mengurus ATM Tertelan

Siapa saja mungkin mengalami hal yang baru saja menimpa saya. Oleh karena itu, saya akan membagikan tips dan langkah andai saja Kawan Suzan mengalami kejadian yang serupa. 

cara-mengatasi-kartu-atm-tertelan
Prosedur Mengurus Kartu ATM yang Tertelan

1. Jangan Panik

Nah, ini poin yang paling penting. Jangan panik. Jika sewaktu-waktu kartu ATM kamu tertelan, segera identifikasi penyebab yang paling mungkin. Jika ada orang yang berniat membantu, jangan pernah sekalipun memberikan PIN. Ini penting sekali. 

Kalau saya tadi sama sekali tidak khawatir apakah saldo aman karena memang tadi belum sempat memasukan PIN. Jika kartu ATM tertelan apakah saldo aman? Selama tidak ada yang mengetahui pin ATM kamu, tentu saja aman. Apalagi, tidak semua orang bisa mengeluarkan kartu ATM yang tertelan kecuali petugas ATM atau memang mereka yang sudah "ahli". Namun untuk berjaga-jaga, Kawan Suzan bisa melakukan langkah berikutnya.

2. Hubungi Call Center 

Untuk memastikan bahwa saldo aman setelah kartu ATM tertelan, hubungi pihak bank yang mengeluarkan kartu ATM. Hal ini untuk memblokir akses transaksi sementara waktu. Pastikan menelepon nomor telepon resmi. Umumnya, nomor telepon call center itu unik. Kamu bisa browsing atau membuka website resmi tempat kamu menabung. Biasanya, kamu akan ditanyai perihal kejadian. Ceritakan secara jujur sesuai kondisi seperti di mana kartu ATM tertelan dan kapan kejadiannya. Pihak bank juga biasanya akan menanyakan nomor rekening dan nama ibu kandung sebagai konfirmasi kepemilikan. Namun, jika ternyata kamu dimintai PIN, bisa jadi nomor yang telepon salah.Segera tutup!

Saya tadi men-skip langkah ini. Pertama, saya mikirnya bahwa kartu saya aman di dalam mesin karena saya sama sekali belum menekan PIN. Kedua, teman saya pernah mengalami hal serupa di mesin yang sama. Ketiga, Bank Cabang terdekat dapat dijangkau. Akhirnya Saya memutuskan segera membuat kartu ATM pengganti.

3. Membuat Kartu ATM Pengganti

Berhubung uang di dompet memang ala kadarnya, maka saya memang membutuhkan kartu ATM baru. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat kartu ATM pengganti. Sebelum menuju Bank, ada baiknya Kawan Suzan membawa dokumen yang dibutuhkan.

a. Surat Kehilangan

Silakan cari kantor polisi terdekat dan buat surat kehilangan. Ceritakan kronologisnya pada petugas. Ketika membuat surat kehilangan, Kawan Suzan akan diminta menunjukan KTP dna buku tabungan. Tadi saya sempat ketar-ketir karena uang di dompet tinggal berapa lembar saja, itupun receh. Ternyata membuat surat kehilangan itu GRATIS. πŸ˜…

b. Buku Tabungan

Saya selalu membawa buku tabungan di tas saya. Saya baru tahu fungsinya setelah mengalamu kejadian ini πŸ˜†. Jika kawan Suzan tidak membawa buku tabungan, lebih baik untuk mengambilnya terlebih dulu. Soalnya, memang untuk mengurus surat kehilangan dan mengajukan pembuatan kartu ATM baru dibutuhkan buku tabungan.

c. KTP

Kalau dokumen negara yang satu ini pasti selalu ada di dompet, kan? Jadi, saya rasa tidak ada masalah.

Nah, kalau semua dokumen sudah lengkap, silakan datang ke kantor cabang terdekat. Ambil antrean Customer Service. Ceritakan kronologinya pada petugas. Nanti Kawan Suzan akan diminta mengisi blangko pembuatan kartu ATM baru. Jika semua dokumen lengkap, prosesnya tidak lama. Paling hanya 5 menit.


Penutup

Pengalaman tertelannya kartu ATM tadi memberi pelajaran. Saya bagikan saja di sini. Siapa tahu ada juga yang mengalami hal serupa. Kalau seandainya Kawan Suzan mengalaminya, tenang saja. Enggak perlu panik ya!

Susana Devi Anggasari
Susana Devi Anggasari Hai, saya Susana Devi. Mamak dari Duo Mahajeng, Mahajeng Kirana dan Mahajeng Kanaya. Saya ibu rumah tangga yang nyambi jadi PNS. Untuk menjalin kerja sama, silakan hubungi saya.

Posting Komentar untuk "Kartu ATM Tertelan? Jangan Panik!"

Berlangganan via Email