Membekali Diri dengan Pendidikan Luar Sekolah

Selasa, 26 Februari 2019

Pentingnya Memiliki Keterampilan untuk Bertahan Hidup



    <p style="text-align: justify;">Di era serba canggih seperti sekarang, kalau kamu enggak mempercanggih diri, kamu bakal rugi. Nyatanya, jadi sarjana saja enggak cukup. Enggak cukup membuat kamu dapat pekerjaan dan enggak cukup membuat kamu enggak nodong lagi sama orang tua. Makanya, penting banget buat kamu punya <strong>NILAI </strong>lebih. Kamu mesti punya keterampilan yang bisa kamu gunakan untuk menambah ke<strong>-EnggakCukup</strong>-an dari menjadi sarjana saja.</p><p style="background-image: initial; background-position: initial; background-size: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; text-align: justify;">Menurut data yang dilansir <a href="https://www.bps.go.id/pressrelease/2018/05/07/1484/februari-2018--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-5-13-persen--rata-rata-upah-buruh-per-bulan-sebesar-2-65-juta-rupiah.html">Badan Pusat Statistik</a>, angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2018 sebanyak 133,94 juta orang, naik 2,39 juta orang dibanding tahun sebelumnya.  Jumlah penduduk yang bekerja sebesar 127,07 juta orang. Dari angka tersebut, 64 persen masuk kategori setengah menganggur dan 23,83 persen pekerja paruh waktu. Dari data itu dapat disimpulkan bahwa tidak semua angkatan kerja yang ada di Indonesia dapat terserap sempurna. Bahkan, beberapa angkatan kerja yang sudah mendapatkan pekerjaan tidak mampu bekerja secara maksimal dan optimal. Hal ini bisa disebabkan banyak hal, di antaranya tidak sesuainya dengan keahlian yang dimiliki calon pekerja dengan kebutuhan lapangan atau tidak sesuainya lapangan kerja yang ada dengan keahlian yang dimiliki calon pekerja.</p><p style="background-image: initial; background-position: initial; background-size: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; text-align: justify;">Jika soal lapangan kerja saja sudah banyak yang tidak sesuai, bagaimana dengan upahnya? Tentu saja jauh dari yang diharapkan. Masih berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, rata-rata upah buruh pada Februari 2018 sebesar Rp2,65 juta dengan gaji tertinggi sekitar Rp4,14 juta dan terendah sebesar Rp1,44 juta. Namun, kenyataan di lapangan menunjukan masih banyak sekali pekerja yang mendapat upah di bawah rata-rata upah buruh nasional. Contoh paling dekat adalah upah guru honorer.</p><p style="text-align: justify;">Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata <em>honorer</em>  berdekatan makna dengan kata <em>honorarium</em> yang bermakna upah sebagai <em>imbalan <strong>jasa. </strong></em><strong> </strong>Makna kata<em> honorer</em> sendiri adalah (1) bersifat kehormatan dan (2) bersifat menerima honorarium.</p>        
<img width="768" height="512" src="https://susanadevi.com/wp-content/uploads/2019/02/learn-3258951_1280-768x512.jpg" alt="" srcset="https://i0.wp.com/susanadevi.com/wp-content/uploads/2019/02/learn-3258951_1280.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/susanadevi.com/wp-content/uploads/2019/02/learn-3258951_1280.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/susanadevi.com/wp-content/uploads/2019/02/learn-3258951_1280.jpg?resize=1024%2C682&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/susanadevi.com/wp-content/uploads/2019/02/learn-3258951_1280.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" />
 


Namun, apakah honor Rp450 ribu ratusan ribu seperti yang diterima Pak Alim yang sempat viral itu merupakan balas jasa yang sesuai? Di sekolah tempat suamiku ngajar, guru honor juga mendapat balas jasa (red: katanya) tidak jauh berbeda dengan yang diterima Pak Alim. Uang yang nilainya sangat kecil dibanding modal yang dikeluarkan untuk mendapat gelar “Sarjana Pendidikan”.

Bisa dibayangkan apa yang dapat dilakukan dengan honor sekian ratus ribu saja itu? Bahkan untuk ongkos pulang pergi sekolah saja masih jauh dari cukup. Beruntung jika guru honorer tersebut adalah orang kaya atau setidaknya memiliki orang tua yang mampu secara financial. Lalu, bagaimana ceritanya jika guru honorer tersebut adalah kepala keluarga yang juga harus menanggung hidup istri dan anaknya? Jangan dibayangkan, pasti akan teramat suram!

Oleh karena itu, penting sekali seseorang memiliki keterampilan lebih yang dapat digunakan untuk bertahan hidup, syukur-syukur menjadikan hidup orang lain lebih hidup. 




Lukman Adi Kurniawan
Guru Honor
yang Bebas Horor karena
Ahli Desain

Seperti yang saya sampaikan di atas, menjadi guru honorer itu sangat-sangat horor. Bagaimana tidak horor? Honor hanya cukup untuk beli bensin pulang-pergi ke sekolah seminggu saja, belum lagi pertanyaan calon mertua yang bikin keder, ”kerja apa?”

Namun, hal itu enggak berlaku buat Lukman. Pasalnya, walaupun guru honorer, pendapatannya jauh di atas guru PNS. Pria berkelahiran tahun 1993 ini memiliki usaha sablon dan bordir. Pria yang memulai usahanya sejak tahun 2015 silam, ketika dia masih menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta di Semarang, nyatanya mampu meyakinkan calon mertuanya sehingga bersedia melepas putri kesayangannya untuk ia nikahi.

Bermula dari kesenangannya terhadap clothing, pria yang mempunyai latar belakang pendidikan keguruan ini berpikir untuk bagaimana caranya ia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi bisa menciptakan produk sendiri. Berbekal niat dan kemauan belajar secara mandiri, ia akhirnya mendirikan usaha sablon dan bordir yang ia beri nama “Getsut XVII”. Ia benar-benar belajar nyablon dan mendesain secara mandiri, otodidak. Semua ia pelajari melalui interner. Menurutnya, beruntung sekali ia hidup di zaman kuota internet sudah murah meriah. Dengan berbekal kuota internet untuk mengakses youtube, ia mempelajari seluk beluk desain. Beruntung, karena ia menjadi salah satu yang dapat mengimbangi laju teknologi dengan memanfaatkannya. Saat ini, usaha sablon dan bordirnya sudah berjalan hampir 3 tahun.

Melihat pengalaman seorang Lukman Adi Kuniawan, tentu Kawan Suzan setuju pentingnya membekali diri dengan keterampilan. Keterampilan semacam ini umumnya didapat dari pendidikan luar sekolah. Kenapa harus pendidikan luar sekolah? Karena saat ini pendidikan formal atau pendidikan sekolah masih masih menitikberatkan pengetahuan kognitif.

 


Produk Getsut XVII


Usaha Sablon dan Bordir Milik Lukman

WhatsApp Image 2019-02-25 at 15.35.14 (1)
WhatsApp Image 2019-02-25 at 15.35.14
WhatsApp Image 2019-02-25 at 15.35.13
WhatsApp Image 2019-02-25 at 15.35.13 (2)

Pentingnya Pendidikan Luar Sekolah dalam Membekali Keterampilan untuk Bertahan Hidup


Mengapa orang tua mau susah payah menyekolahkan anaknya? Jawaban paling realistis adalah agar anaknya mempunyai bekal untuk hidup lebih baik darinya. Hidup lebih baik di sini adalah lebih baik secara strata ekonomi  juga sosial. Lantas, apakah saat ini sekolah tinggi sudah menjamin seorang anak memperoleh bekal yang cukup untuk hidup lebih baik? Di sinilah pentingnya pendidikan luar sekolah. Melengkapi pendidikan dalam sekolah agar lulusannya mempunyai bekal yang cukup untuk hidup yang lebih baik.

Dalam sistem pendidikan di Indonesia, terdapat tiga jalur pendidikan. Tiga jalur tersebut adalah pendidikan formal atau lebih akrab disebut pendidikan sekolah serta pendidikan nonformal dan informal yang masuk ke dalam ranah pendidikan luar sekolah. Ketiganya merupakan satu-kesatuan sistem untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Seperti yang tercantum dalam UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 13 jalur pendidikan yang terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal saling melengkapi dan memperkaya. Dalam undang-undang tersebut juga disebutkan bahwa pendidikan nonformal yang masuk dalam pendidikan luar sekolah berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal. Fungsi pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada  penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Jadi, jelas sekali bahwa adanya pendidikan luar sekolah sangat penting untuk menunjang keterampilan profesional yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja, terutama di era industry 4.0 seperti saat ini.


Fungsi Pendidikan Luar Sekolah


Pengganti

PLS sebagai pengganti pendidikan formal, seperti Paket A, B, dan C

 


Penambah

PLS menambah pengetahuan yang tidak diperoleh dari pendidikan formal di sekolah

 


Pelengkap

PLS melengkapi pengetahuan yang sudah didapat di sekolah tetapi belum optimal dikuasai.


Membekali Keterampilan Hidup yang Sejalan dengan Kebutuhan Industri 4.0 Melalui Pendidikan Luar Sekolah di Dumet School


Bukan rahasia lagi jika di era industry 4.0 ini kita dituntut untuk akrab dan berkarib dengan teknologi. Memilih pendidikan luar sekolah yang sesuai dengan kebutuhan indutri 4.0 tentu patut dipikirkan. Keterampilan hidup apa yang bisa Kawan Suzan  gunakan untuk bertahan di era digital seperti saat ini. Yups.Tepat! Segala keterampilan yang berhubungan dengan teknologi dan internet. Salah satu tempat penyelenggara pendidikan luar sekolah yang menyediakan fasilitas belajar yang berhubungan dengan teknologi dan internet adalah Dumet School.

Di Dumet School, ada empat program keahlian dasar yang dibuka: web master, web proggaming, digital marketing, graphic design. Keterampilan dasar yang sangat dibutuhkan oleh manusia yang hidup di era digital seperti sekarang.




Web Master


Dengan kemampuan mengelola dan memprogram sebuat web, mudah sekali untuk kamu bertahan hidup dan mencari penghidupan. Kawan Suzan dapat bekerja kantoran atau menjadi pekerja lepas. Jangan salah, pekerja lepas yang bergerak di bidang ini memiliki tarif yang lumayan mahal. Kenapa begitu? Karena pekerjaan ini rumit dan tidak semua orang mempunyai keterampilan semacam ini.

                                    <img src="https://susanadevi.com/wp-content/uploads/elementor/thumbs/download-o41hy1fyerlguur4in0qvaa8bdffwmjrxkg1pckals.png" title="download" alt="download" />                                            
<h3>
Digital Marketing
</h3>
Menghadapi era yang serba digital seperti sekarang, tentu saja memiliki keterampilan yang satu ini akan membuat kamu banyak dicari oleh orang. Akan banyak orang yang membutuhkan jasa kamu karena segala aspek mulai dipasarkan melalui teknologi digital.
<img src="https://susanadevi.com/wp-content/uploads/elementor/thumbs/download-o41i26walfa24uq19xmfdqkirmyswi13i4690cep4g.jpg" title="download" alt="download" />
<h3>
Desain Grafis
</h3>
Dengan kemampuan desain grafis, dijamin kamu enggak bakal kelaparan. Perlu Kawan Suzan tahu, saat saya meminta dibuatkan logo “Rumah Clodi Kita” saya membayar Rp50.000 untuk satu logo. Padahal, tarif yang saya pilih adalah tarif termurah. Coba bayangkan jika sehari kamu dapat menyelesaikan 5 saja logo dengan tarif termurah! Itu baru proyek kecil yang dapat kamu lakukan. Belum lagi proyek-proyek besar yang dapat kamu jajal. Kamu juga bisa membuat usaha sendiri berbekal kemampuan desain grafis seperti Lukman Adi yang saya ceritakan di atas.
<h2>Dumet School, Pendidikan Luar Sekolah yang Terbukti Berkualitas</h2>
<p style="text-align: justify;">Dumet School adalah satu tempat kursus alias penyenggara pendidikan luar sekolah terbaik di Indonesia. Bayangkan saja, di tahun ke limanya Dumet School sudah memiliki 5 cabang dengan jumlah peserta didik sudah lebih dari 8000. Peserta didik di Dumet School berasal dari banyak latar belakang, dari siswa sekolah, mahasiswa, karyawan swasta ternama, bahkan pegawai pemerintah. Tentu saja melihat kiprahnya dalam penyelenggaraan pendidikan luar sekolah, kapasitas Dumet School tidak diragukan lagi.</p><p style="text-align: justify;">Mengapa saya menyarankan kawan-kawan membekali keterampilan di Dumet School? Dumet School memiliki keistewaan dibanding tempat kursus lain sebagai penyelenggara pendidikan luar sekolah. Mau tahu?</p>
<img width="410" height="1024" src="https://susanadevi.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-25-at-21.10.05-1-410x1024.jpeg" alt="" srcset="https://i2.wp.com/susanadevi.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-25-at-21.10.05-1.jpeg?resize=410%2C1024&amp;ssl=1 410w, https://i2.wp.com/susanadevi.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-25-at-21.10.05-1.jpeg?resize=120%2C300&amp;ssl=1 120w, https://i2.wp.com/susanadevi.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-25-at-21.10.05-1.jpeg?w=512&amp;ssl=1 512w" sizes="(max-width: 410px) 100vw, 410px" />
<h2><b>Bagaimana, <br></b>tertarik belajar di Dumet School?</h2>
<a href="https://www.dumetschool.com/" role="button">
Kunjungi Dumet
</a>
Akhir kata, saya hanya ingin mengingatkan kepada kawan-kawan semua bahwa persaingan hidup semakin ketat. Hanya orang yang mempunyai <em><strong>nilai </strong></em>yang akan menjadi pemenang. Jadi, apa nilai lebih yang kawan-kawan punya?</p>
<p>Artikel ini diikutkan dalam Lomba Blog Dumet School.

Jurus Memar: Jurus Jitu Menentukan Tempat Kuliah

Jumat, 22 Februari 2019
Konon masa ini adalah masa penentu masa depan. Barang siapa yang bersungguh-sungguh, hidupnya tak akan penuh keluh.
Susana Devi Anggasari

Udah Februari saja nih, Kawan Suzan. Bagi yang sedang kelas 12 SMA/ SMK atau jadi orang tua yang anaknya sedang di penghujung masa putih abu-abu, pasti sedang dag-dig-dug. Sebentar lagi, satu fase kehidupan baru akan dimulai. Yeaaay … KULIAH!


Kawan Suzan, bagaimana sih cara memilih perguruan tinggi yang pas buat kamu? Ssst, sini aku bisikin. Aku punya jurus jitu agar kamu enggak nyesel milih tempat kuliah.  Sebelum memilih tempat kuliah, terapkan jurus MeMaR (MEnyenangkan, MenjAjikan, dan Ringan) untuk memantapkan pilihan kamu.


Kalau kubilang sih, kuliah itu menentukan masa depan kamu. Masa kuliah adalah jembatan antara dunia ketergantungan ke dunia serba mandiri. Namanya juga jembatan, kita masih bisa pegangan. Pegangan sama orang tua, terutama untuk keperluan finasial. Nah, selepas menyeberangi jembatan ini nih, bagaimana kemampuan kita bertahan hidup dipertaruhkan. Dunia yang sebenarnya. Enggak sulit-sulit amat sih, tapi juga enggak selalu mudah.


Makanya, ini yang aku bilang mengapa kuliah itu menentukan masa depan. Sebelum kamu masuk kuliah, kamu harus tahu dulu mengapa kamu harus berkuliah. Nah … jika sudah tahu mengapa kamu harus kuliah, kamu juga harus punya alasan yang masuk akal kenapa harus kuliah di jurusan dan perguruan tinggi yang kamu pilih. Jangan sampe deh fase nyeberang jembatan ini bikin kamu nyasar dan tak tahu arah nantinya, apalagi sampai nyebur ke kali.



Jurus MeMaR untuk Tentukan Pilihan Kuliahmu


Kawan Suzan, bagaimana sih cara memilih perguruan tinggi yang pas buat kamu? Ssst, sini aku bisikin. Aku punya jurus jitu agar kamu enggak nyesel milih tempat kuliah.  Sebelum memilih tempat kuliah, terapkan jurus MeMaR (MEnyenangkan, MenjAjikan, dan Ringan) untuk memantapkan pilihan kamu.


Menentukan Tempat Kuliah

1. MEnyenangkan


Kuliah itu bukan kegiatan ang sehari atau dua hari selesai. Kalau kamu mau sampai garis finish dengan hasil yang maksimal, tentu kamu harus bahagia dulu. Jangan cuma bayangin kalau kuliah itu enak. Kagak usah pakai seragam, dipaggil mahasiswa, diberi kebebasan lebih sama ortu, bisa tongkrong sana-tongkrong sini eh tahu-tahu lulus cepet dengan predikat terbaik. Yang beginian mah hanya ada di sinetron.


Kalau kamu hidup di dunia nyata, harus ada kerja keras. Tugas dan laporan, presentasi, bimbingan dosen adalah hal-hal yang bakal kamu akrabi. Kalau kamu udah enggak seneng, bisa-bisa kamu melambaikan tangan ke kamera. Berhenti. Gagal.


2. MenjAnjikan


Nah, kalau udah tahu bakat sama minat kamu, langkah selanjutnya adalah menentukan jurusan yang akan diambil. Menentukan jurusan ini enggak boleh sembrono. Paling tidak, apa yang akan kamu pelajari selama kuliah sebisa mungkin kamu gunakan ketika kamu lulus nantinya.


Kaitkan bakat dan minat kamu dengan karier atau pekerjaan yang nanti ingin kamu capai. Contohnya, kamu suka dan bisa menulis. Kamu ingin sekali menjadi penulis, maka jurusan sastra atau jurusan jurnalistik bisa menjadi pilihan yang bisa kamu pertimbangkan. Jika kamu punya jiwa bisnis dan setelah lulus lebih tertarik berwirausaha ketimbang jadi karyawan, maka jurusan ekonomi dan bisnis bisa jadi pilihan yang layak kamu ambil.


Setelah  menentukan jurusan, langkah selanjutnya adalah mengecek akreditasi perguruan tinggi termasuk akreditasi jurusan yang akan kita ambil. Mengapa ini menjadi penting? Karena akreditasi menjadi semacam standar kualitas bagi penyelenggara pendidikan. Usahakan memilih jurusan dan perguruan tinggi dengan akreditasi minimal B. Akreditasi B adalah akreditasi aman untuk berkompetisi di dunia kerja. Beberapa perusahaan terkadang mensyaratkan hal ini untuk pelamar kerja.


Selain peluang masa depan dan akreditasi, hal yang enggak kalah penting yang harus kamu pertimbangkan adalah bagaimana kualitas lulusan perguruan tinggi yang kamu pilih. Kalau alumni perguruan tinggi yang kamu incar memiliki karier yang baik atau prestasi yang membanggakan, ini bisa menjadi poin lebih buat kamu tambah yakin sama pilihan kamu.



3. Ringan


Ramuan yang terakhir, ringan. Yups! Memilih tempat kuliah haruslah sesuai kemampuan dan tidak memberi beban terlalu berat pada orang tua, terutama bagi yang masih nyadong total. Keterjangkauan biaya menjadi hal yang tidak boleh dikesampingkan.



Selain biaya masuk dan semesteran, bantuan biaya pendidikan alias beasiswa juga patut diperhitungkan. Jadi, bisa jadi semacam penyeimbang gitu. Biaya kuliah mahal, tapi peluang beasiswa tinggi; kenapa tidak?



Selain biaya pendidikan, biaya hidup juga harus dipikirkan sejak awal. Biaya hidup di kota besar dan biaya hidup di kota kecil tentu saja berbeda. Akan menjadi sangat lucu apabila kamu kuat membayar kuliah karena biayanya ringan, tetapi kamu kewalahan sama biaya hidup karena kamu salah memilih tempat kuliah.


Jurus MeMaR Jadikan #UMPPilihanku


Di atas, sudah kuceritakan tentang jurus MeMaR. Dengan menerapkan jurus ini, ternyata menjadikan #UMPPilihanku. Kenapa bisa begitu?


1. Menyenangkan


Perguruan tinggi yang berada di Purwokerto ini mempunyai dua kampus, satu di Jalan Raya Dukuhwaluh dan satunya lagi di Jalan Letjen Soepardjo Roestan. UMP mempunyai beragam jurusan yang dapat kamu pilih, tentunya jurusan-jurusan itu dapat kamu sesuaikan sama bakat dan minatmu. Saat ini, UMP sudah mempunyai 11 fakultas: keguruan dan ilmu pendidikan, ekonomi dan bisnis, farmasi, agama Islam, ilmu kesehatan, pertanian, psikologi, sastra, teknik dan sains, hukum, dan kedokteran. Bahkan, UMP juga sudah memiliki program pascasarjana.



Lengkap banget kan pilihan yang ada di UMP? Nah, sekarang coba deh lihat kekuatan dirimu! Gali lagi, apa sih kira-kira bakat dan minat kamu? Lalu, jadikan #UMPPilihanku sebagai tempat kuliah.



2. Menjanjikan



Sebelas fakultas yang dibuka di UMP memberi banyak pilihan jurusan. Pilihan yang ditawarkan pun mempunyai peluang yang bagus untuk masa depan kamu. Kamu bisa jadi guru, pebisnis, ahli kesehatan, bahkan dokter.



Soal akreditasi? Jangan diragukan! Perguruan tinggi yang menduduki peringkat ke-6 dalam Top 10 Universitas di Jawa Tengah versi Uni Rank ini sudah berakreditasi B. Sebagai perguruan tinggi swasta, tentu saja ini membanggakan, lho! Soal kredibilitas pengajar? Tak perlu diragukan. Pengajar-pengajar di UMP sudah terbilang mumpuni di bidangnya. Mereka adalah lulusan S-2 dan S-3 di berbagai perguruan tinggi ternama.


3. Ringan




Walaupun biaya masuk pendidikan di UMP tidak semurah di perguruan tinggi negeri, tetapi termasuk dalam kategori yang terjangkau. Nilai lebih yang memenuhi kriteria jurus "ringan" adalah perguruan tinggi ini mempunyai banyak beasiswa yang dapat dimanfaatkan mahasiswanya, seperti hadiah kalau kamu menang lomba ini misalnya. Yups, untuk kategori pelajar, hadiah lomba blog yang diseleggarakan UMP adalah beasiswa kuliah di UMP. Keren, kan?



Selain banyaknya beasiswa yang bisa kamu dapetin, biaya hidup di UMP termasuk murah pake banget. Dibanding perguruan tinggi yang berada di kota-kota besar, biaya kost dan makan di UMP terbilang murah.


Bangga dan Asyik Kuliah di UMP




Perguruan tinggi yang merupakan alih bentuk dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Purwokerto ini berdiri sejak 5 April 1965. Melihat kiprahnya dalam dunia pendidikan, tentu pengalaman UMP tidak diragukan lagi. Enggak salah deh menjadikan #UMPPilihanku.




Ranking UMP

Sumber: Instagram UMP


 


Memiliki visi unggul, modern, dan Islaminya, UMP benar-benar mempersiapkan diri agar memiliki lulusan yang kompetitif. Asam garamnya dunia pendidikan menjadikan UMP terus berbenah dan menjadi lebih baik.  UMP masuk ke dalam lima besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia dan menduduki peringkat ke-70 perguruan tinggi se-Indonesia. UMP juga memiliki 38 prodi unggulan yang mempunyai visi mencetak lulusan unggul di bidangnya.



Selain keseriusannya menjadi universitas unggulan, UMP juga serius menjadikan #UMPMakinMendunia. Hal itu diimbangi dengan menyediakan sarana-prasarana yang modern juga membuat program-program yang keren. UMP memiliki perpustakaan universitas yang terakreditasi A, pusat bahasa yang berstandar nasional, dan laboratorium pusat unggulan penelitian yang modern. UMP juga menjalin kerja sama dengan lembaga atau instansi, baik dalam dan luar negeri. Selain itu, UMP menjadi salah satu destinasi bagi mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan dan melakukan riset. UMP juga mempunyai program unggulan PPL Internasional. Hal ini tentu saja menjadi bukti bahwa  #UMPMakinMendunia.



Bagaimana, mudah bukan menetukan tempat kuliah dengan jurus MeMaR? Mudah-mudahan buat kalian yang sedang mempersiapkan Ujian Nasional diberi kelancaran dalam mengerjakan ujian. Jangan sampai salah menentukan tempat kuliah! Start Here Go Anywhere.


***


Artikel ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog UMP 2019