NHW #2: Menjadi Ibu Profesional Sebagai Individu, Istri, dan Ibu

Senin, 13 Agustus 2018

Hai, Kawan Suzan! Kalau pekan kemarin saya sempat membahas bahwa sudah seharusnya ada Pendidikan Profesi Ibu agar seorang wanita benar-benar terlatih menjadi ibu. Dengan adanya Pendidikan profesi Ibu, diharapkan seorang ibu mampu menjadi ibu yang profesional.


Seorang dikatakan profesional jika dapat melakukan profesinya dengan kepandaian dan kealian tertentu. Hari ini saya akan membahas indikator pencapaian ibu profesional bagi diri saya pribadi.


Untuk mengukur ketercapaian  sesuatu dibutuhkan indikator, termasuk mengukur ketercapaian sebagai ibu profesional. Indikator ini bertujuan untuk melihat apakah kondisi-kondisi yang menjadi standar ibu profesional sudah dapat dicapai atau belum.


Oleh karena itu, penting sekali menetapkan indikator keberhasilan yang dapat diukur secara langsung. Kalau dari materi Matrikulasi IIP yang saya dapat kemarin, indikator itu harus SMART.




  1. Specifik (Unik, Detail à Indikator harus lengkap dan terperinci)

  2. Measurable (Terukur à Indikator harus dapat diukur, misal : seminggu satu kali, sehari dua kali, dst)

  3. Achievable (Bisa Diraih à Indikator harus masuk akal untuk dicapai. Tidak terlalu mudah ataupun terlalu sulit)

  4. Realistic (Berhubungan dengan kehidupan à Indikator harus sesuai dengan kehidupan nyata)

  5. Timebond (Batas Waktu à Indikator harus memiliki batas waktu capaian)


Ibu adalah wanita dengan banyak peran. Ia adalah seorang individu yang membutuhkan aktualisasi kehidupan pribadi, ia adalah istri untuk suaminya, ia juga ibu untuk anaknya. Menjadi Ibu profesional berarti menjadi handal dan cakap baik sebagai individu, istri, maupun ibu.



Indikator Pencapaian Ibu Profesional sebagai Individu


Indikator Pencapaian Ibu Profesional Sebagai Individu


Sebagai individu, ibu mempunyai kebutuhan untuk mengaktualisasikan dirinya. Ia mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan rohaninya. Indikator pencapaian yang saya buat mempertimbangkan faktor tersebut.




  1. Iman dan Taqwa



  • Salat Wajib Tepat Waktu


Kadang karena alasan kesibukan, saya biasanya akan menunda waktu salat. Padahal, salat adalah bentuk cinta kasih kepada pencipta-Nya. Oleh karena itu, keberhasilan saya sebagai ibu profesional yang pertama adalah dapat menunjukan cinta saya kepada Sang pencipta.




  • Membaca Al Quran minimal satu hari satu kali


Membaca ayat Al Quran selain keharusan bagi saya adalah penyiram rohani. Maka, sebagai individu yang bertaqwa saya menjadikan membaca Al Quran sebagai indikator keberhasilan ibu profesional.




  • Rutin Datang Ke Kajian Mingguan


Iman dan ketaqwaan perlu dipupuk. Salah satu caranya adalah bermajelis dengan orang-orang saleh-saleha. Selain menjaga kadar keimanan dan ketaqwaan, medatangi kajian juga memberi ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat untuk kehidupan.




  1. Pembelajar



  • Membaca Informasi Minimal Satu Hari Satu Bacaan


Manusia adalah makhluk pembelajar. Di era arus informasi yang berkembang pesat, seorang ibu harus mengup-grade dirinya dengan senantiasa belajar. Cara belajar paling mudah adalah dengan membaca.




  • Satu Hari Satu Tulisan


Saya mencintai aksara. Oleh karena itu, saya ingin menghasilkan karya yang nantinya akan dicintai banyak orang. Hal itu hanya akan dapat dicapai jika saya senantiasa berlatih menulis.




  1. Produktif



  • Update Blog Minimal Seminggu 3x


Sebagai seorang Ibu Rumah Tangga Tulen yang berharap bisa produktif dari rumah, saya sangat ingin bisa berpenghasilan melalui blog. Hal itu tidak mudah. Tugas utama saya sekarang adalah mengisi rumah ini dengan konten yang bermafaat dan menarik untuk dibaca.




  • Menulis Fiksi Minimal Seminggu 1x


Kalau kata saya, fiksi adalah penyeimbang hidup. Jadi, saya harus tetap menulis minimal satu fiksi dalam satu minggu.




  1. Kesehatan



  • Senam/ Lari Seminggu 1x


Bukan rahasia lagi jika badan saya semakin melebar. Sepertinya ini efek saya semakin sabar. J Bagi wanita, tubuh ideal masih selalu menjadi impian. Oleh karena itu, paling tidak satu minggu sekali saya harus berolahraga, baik senam atau lari pagi.



Indikator Pencapaian Ibu Profesional sebagai Istri


Indikator Pencapaian Ibu Profesional Sebagai istri


Sebagai seorang istri, pencapaian ibu profesional tidak bisa terlepas dari perannya terhadap istri. Peran ibu sebagai istri harus selaras dan sejalan dengan ridlo dan kepentingan suami. Berikut indikator keberhasilan ibu profesioanal sebagai seorang istri.




  1. Mengontrol Emosi Lebih Baik


Ini kelemahan saya sebagai seorang wanita, mudah terbawa emosi. Terkadang hanya karena masalah sepele emosi saya tersulut. Tidak jarang, suami yang menjadi sasaran.




  1. Murah Senyum Di Segala Kondisi


Nah, ini PR banget bagi saya. Jika emosi sedang tidak stabil maka wajah bawaannya kusam dan cemberut. Jadi, mulai sekarang saya akan belajar untuk selalu tersenyum apapun kondisinya, terlebih jika suami di rumah.




  1. Tidak Memegang Gawai saat Bersama Suami


Terkadang saya lupa dengan suami karena keasyikan memegang gawai. Sekalipun aktivitas saya dengan gawai paling juga jualan online atau belajar bersama kawan-kawan komunitas, mulai sekarang saya akan berusaha mengurangi jika sedang bersama suami.




  1. Memberi Izin Suami dengan Hobinya


Suami saya adalah pecinta ayam hutan. Terkadang, mengurus peliharaannya membutuhkan waktu, tenaga, dan perhatian ekstra. Terkadang saya merasa cemburu nih sama ayamnya. Namun, jika dipikir-pikir lebih baik dia ngurus ayam daripada ngurus yang lain J




  1. Bangun Lebih Awal dari Suami


Saya termasuk orang yang bisa tidur pagi tapi susah bangun pagi. Yups! Biasanya saya sanggup begadang sampai pagi, terlebih jika sedang ada pekerjaan. Nah, imbasnya saya sering bangun terlambat. Sebagai istri, saya ingin selalu bangun lebih awal dari suami. Oleh karena itu, jam begadang saya harus diturunkan.




  1. Menyiapkan Sarapan


Suami saya tidak pernah menuntut saya harus memasak. Jika mengetahui saya sedang repot dia seringkali berinisiatif membeli makanan dari luar. Namun, kata Bapak saya masakan terenak bagi suami adalah makanan istrinya. Oleh karena itu, minimal saya harus masak sarapan untuk suami saya.




  1. Menjaga Aurat


Suami saya sangat ingin mempunyai istri yang saleha. Semoga saya dapat mewujudkannya. Salah satu caranya adalah saya harus menjaga aurat setiap saat.




  1. Berkunjung ke Rumah Mertua


Orang tua suami adalah orang tua saya, nenek bagi kedua anak saya. Paling tidak sebulan sekali kami harus ke sana.



Indikator Pencapaian Ibu Profesional sebagai Ibu


Indikator Pencapaian Ibu Profesional Sebagai Ibu


Apalagi keberhasilan seorang ibu selain melihat anak-anaknya tumbuh dengan baik? Berikut adalah indikator keberhasilan ibu profesiinal sebagai ibu menurut saya.




  1. Makanan Sehat


Anak-anak suka sekali makan-makanan instan atau olahan. Nah, ini adalah tantangan bagi saya untuk menyiapkan makanan sehat yang disukai anak-anak.




  1. Bermain


Kirana, anak pertama saya, sedang berada pada masa golden age-nya. Sayangnya, kehadiran adiknya ketika ia berusia 22 bulan membuat perhatian saya ke dia berkurang. Oleh karena itu, saya harus mempunyai waktu khusus untuk bermain dengannya.




  1. Gawai



  • Tidak Memegang Gawai saat Bersama Anak


Apapun alasannya, saya harus berusaha untuk tidak memegang gawai ketika bersama anak. Seringkali ini membuat anak merasa tidak diperhatikan.




  • Mengontrol pemberian HP Maksimal 30 Menit


Terkadang, saya memanfaatkan HP untuk diberikan kepada anak jika berada dalam situasi sulit. Yups! Mengasuh dua balita dengan jarak berdekatan memang terkadang penuh intrik. Sayangnya, biasanya si Kakak akan keterusan main HP. Jadi, mulai sekarang penggunaannya harus dibatasi




  1. Pendidikan



  • Mendampingi Bermain Anak Sesuai Kurikulum yang Dibuat


Impian saya adalah menjadi guru bagi anak-anak. Oleh karena itu, saya ingin bahwa saya mendidiknya dengan permainan-permain yang memang dirancang untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.




  1. Emosi



  • Tidak Berteriak pada Anak


Nah, ini juga agak sulit. Saat emosi dan situasi di luar kendali, biasanya saya akan teriak. Ini sangat tidak bagus. Kebiasaan ini harus dihilangkan.




  • Memberi Pelukan Sebelum Tidur


Pelukan memberi efek bahagia yang penting bagi tumbuh kembang anak. Pelukan adalah hal wajib bagi anak sebelum tidur.


Alhamdulillah … akhirnya selesai juga membuat indikator pencapaian untuk seorang ibu profesional. NHW #2 yang sangat mefeeeet DL. Doakan semoga indikator tersebut dapat saya capai ya, Kawan! Nah, kalau Kawan-kawan sendiri, bagaimana indikator pencapaian menjadi ibu profesional? Share yuk di kolom komentar! J


4 komentar on "NHW #2: Menjadi Ibu Profesional Sebagai Individu, Istri, dan Ibu"
  1. sukses selalu ya mbak :) dan jangan lupa bahagia :)

    BalasHapus
  2. Susana Devi Anggasari14 Agustus 2018 11.43

    Siap, Kakaaaak 😄😄😄

    BalasHapus
  3. wes ikut iip kah ?

    BalasHapus
  4. Susana Devi Anggasari14 Agustus 2018 21.17

    Lagi ikut, Mbak Yu 😘😘

    BalasHapus

Sugeng rawuh di susanadevi.com. Silakan tinggalkan jejak di sini. Semua jejak yang mengandung "kotoran" tidak akan ditampilkan ya!

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9