Bebaskan Diri dari Penjajahan Belanja Online, Cintai Produk Dalam Negeri

Jumat, 31 Agustus 2018

Hai Kawan Suzan, setuju tidak jika Indonesia memiliki kans yang cukup besar untuk tumbuh dan maju dalam persaingan pasar digital?


 

Potensi E-Commerce Indonesia

Sumber: https://indonesiabaik.id/


 

Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2107 saja sudah mencapai 143,26 juta. Hal ini tentu saja menjadi peluang empuk bagi pelaku e-commerce.


Menurut data Google dan Temasek 2017, pembelian produk via e-commerce meningkat tajam sebesar 41%. Pada 2015 pembelian via e-commerce sebesar Rp74 trilliun (US$5,5 miliar), sementara pada tahun 2017 sudah mencapai Rp146,7 trilliun (US$10,9 miliar). Bukan peningkatan yang sedikit bukan?


Hal senada juga tampak lho dalam sensus ekonomi 2016 yang dilakukan Badan Pusat Statistik. BPS mencatat pertumbuhan e-commerce  mengalami peningkatan sebesar 17% atau setara 26,2 juta pelaku bisnis. Angka yang cukup fantantis untuk perkembangan sebuah usaha, bukan?


Kalau melihat kenyataan tersebut, seharusnya perekonomian masyarakat menjadi lebih baik. Namun, benarkah demikian terjadi? Tak perlu dijawab, kita juga sudah paham bahwa perekonomian masyarakat kita butuh ditingkatkan.


Dilansir dari finance.detik.com, data yang diperoleh Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) menunjukan bahwa produk lokal yang dijual secara online di E-Commerce hanya 6-7%, sisanya merupakan produk impor dari negara lain. Jadi, siapa yang menikmati keuntungan dari melejitnya bisnis e-Commerce di Indonesia? Tentu saja buka warga Indonesia. Bukankah ini sama saja kita sedang mengalami penjajahan belanja online?


Berapa keuntungan yang diraup Negara lain dari padatnya transaksi perdagangan e-commerce di Negara kita?


Jika tidak ditanggulangi secara tepat, maka kita perlu waspada. Transaksi ekonomi di negara kita berkembang pesat, tetapi perekonomian pribumi kembang kempis. Produk lokal tidak dapat berjaya di negaranya sendiri, justru kalah dengan pamor produk impor. Padahal, kualitas produk lokal belum tentu kalah dengan produk asing.


 

Mengangkat Produk Lokal di Pasar Nasional


Melihat pertumbuhan e-commerce yang tidak membawa perubahan baik untuk warga pribumi seharusnya membuat kita berkaca mengapa hal itu dapat terjadi?


Jangan salahkan mudahnya barang impor masuk ke Indonesia! Untuk hal semacam ini biar saja pemerintah yang mengurusi. Soalnya jika kita ikut-ikutan, masalah bukannya kelar malah melebar. Haha


Lagipula, pemerintah juga tidak tinggal diam atas fenomena ini. Pemerintah tidak menutup mata bahwa mereka perlu mengawasi dan mengatur langsung perdangan elektronik ini.  Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan telah mengatur pula e-Commerce  ini. Pada rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Pemerintah merumuskan roadmap pengembangan E-Dagang Nasional (Roadmap E-Commerce).


Nah, sekarang biarkan pemerintah melakukan tugasnya dan kita melakukan apa yang dapat kita lakukan. Bukan begitu, Kawan?


 

Ubah Mindset


Kawan Suzan, menurut kalian mengapa produk impor lebih digemari dan lebih laku di pasar dagang eloktronik kita? Tepat!


Masyarakat kita cenderung tidak mentai produk dalam negeri. Mereka menganggap bahwa barang-barang impor yang memiliki brand internasional mutunya pasti lebih bagus dibanding barang lokal. Padahal nih, kualitas produk kita enggak kalah lho di pasar Internasional!


Beberapa produk buatan dalam negeri terbukti laris manis dan menjadi incaran di pasar inetrnasional. Indonesia mempunyai The Sak, label tas buatan Delia Murwihartini yang sudah merambah pasar New York dan Swedia. Kenal Matoa? Matoa adalah label jam tangan kayu handmade yang diprakarsai Lucky Dana Aria. Jepang merupakan negara yang menjadi konsumen tetap produk ini. Selain Jepang, Matoa tersebar di 9 negara lain.




Kalau orang mancanegara saja bangga memakai produksi kita, mengapa kita malah ogah-ogahan?



 

Qlapa.com: Rumahnya Produk Handmade Indonesia


Qlapa merupakan website jual-beli online yang antimainstream. Mengapa saya bilang begitu? Karena website jual beli yang satu ini unik dan beda dari yang lain.


Qlapa.com hanya menjual produk handmade asli Indonesia. Di Qlapa.com kita dapat menemukan produk-produk handmade yang dibuat oleh masyarakat seluruh Indonesia. Semua produk yang dijual adalah barang handmade dan buatan warga Indonesia. Tidak ada barang impor di sini. Tentu saja ini sangat sesuai dengan visi kita melepaskan diri dari penjajahan belanja online di Indonesia.


Penggagas Qlapa membuat website ini dengan visi yang mulia, memajukan pengrajin handmade yang ada di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, kehidupan perekonomian sebagian pengrajin handmade di Indonesia tidak cukup baik. Sekalipun setiap hari ada saja permintaan akan barang produksinya, nyatanya banyak pengrajin yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.


Pengrajin hanya mengenal produksi barang. Mereka tidak paham bagaimana caranya memasarkan produk mereka. Alhasil, produk mereka dibeli oleh pedagang atau makelar dagang. Tentu saja harga yang ditawarkan tak seberapa. Dalam hal ini, pedagang tentu memiliki keuntungan yang lebih besar dibanding produsennya atau pengrajinnya sendiri.


Di Qlapa.com, pembeli dipertemukan dengan pengrajin produk handmade asli Indonesia. Jadi, pembeli dapat memesan produk yang diinginkan secara custom. Selain itu, pengrajin dapat menerima bayaran yang pantas untuk produk yang ia buat.


Benar-benar visi yang mulia bukan?


Produk Handmade Indonesia

 

Temukan Produk Bernilai di Qlapa.com


Di Qlapa.com kamu dapat menemukan beragam produk bernilai. Cocok banget buat kamu yang sedang mencari hadiah, atau mencari barang penunjang hobi atau koleksi kamu. Kamu juga dapat memenuhi kebutuhan lifestyle dengan produk-produk keren di sini.


Buat kamu apa sih standar mencari barang untuk dihadiahkan ke orang lain? Kalau saya, selain karena disukai dan dibutuhkan, saya suka produk yang unik. Haha … iya, saya termasuk orang yang suka dengan sesuatu yang ‘beda’. Nah, Qlapa.com tahu banget yang saya mau. Di sini saya bisa menemukan barang yang saya butuhkan tapi juga unik dan beda dari yang lain tentunya.


Desember nanti, ibu saya ulang tahun. Saya mau mencari perobot rumah tangga yang unik dan lucu. Secara, Ibu suka sekali dengan perabotan rumah tangga. Akhirnya saya jalan-jalan ke Qlapa.com dan menemuka teko kelapa, tempat garam dan lada berbentuk kumis, dan nampan bambu ini. Bagus, kan?


 

Tempat menemukan produk bernilai untuk berbagai hal: hadiah, koleksi, dan lifestyle.

 

Buat kamu yang hobi mengoleksi barang antik, Qlapa.com adalah tempat paling pas. Saya sanggup berjam-jam menjelajahi tempat ini. Bener-bener membuat mata seger. Nanti kalau sudah punya rumah sendiri, enggak bingung lagi deh nyari-nyari perobatan.


Di Qlapa.com saya juga nemu Fakhira Outer Batik Navy yang kece abis. Pas banget deh buat acara kondangan. Secara emak-emak mah dandan cantiknya pas kondangan doang. Lihat baju batik di sebelahnya, cocok juga buat pasangan Fakhira Outer Batik Navy. Beneran deh, Qlapa.com mah menjawab kebutuhan lifestyle generasi macam kita.


Produk Qlapa.com Bukan Sembarang Produk



Sebagai wadah jual beli, Qlapa.com memikir sekali kepuasan pembelinya. Jadi, produk-produk yang dijual di Qlapa.com adalah produk yang sudah memenuhi kurasi dari tim Qlapa.com.


Kurasi itu apaan sih? Kurasi semacam penjaminan mutu dan kualitas yang dilakukan oleh tim Qlapa. Tim Qlapa.com akan memastikan bahwa foto dan deskripsi produk yang dipajang di Qlapa.com adalah foto real dan seperti kondisi sebenarnya. Pihak Qlapa menyadari bahwa modal utama dalam jual buli online adalah kepercayaan. Qlapa tidak mau merusak kepercayaan pelanggan dengan adanya penjual-penjual nakal di pasar digital yang mereka bangun. Selain itu, kurasi yang dilakukan tim Qlapa merupakan cara memacu pengrajin lokal agar mampu menghasilkasn produk berkualitas yang siap go internasional.


Bangsa kita mempunyai modal besar untuk pertumbuhan ekonomi: memiliki jumlah penduduk yang banyak sebagai pangsa pasar dan memilki pengrajin lokal yang mampu menyediakan produk berkualitas. Jadi, mari kita mulai melakukan aksi nyata. Cintai dan gunakan produk lokal. Kawal produk-produk lokal kita agar go internasional.


Bagaimanakah Penulisan Rupiah yang Benar?

Rabu, 29 Agustus 2018

Siapa yang tidak kenal rupiah? Setiap hari kita selalu bersinggungan dengan mata uang Negara tercinta kita. Paling tidak setiap pagi kita belanja sayur mayur atau kebutuhan dapur lainnya menggunakan rupiah, makanya saya cinta rupiah. Tanpa rupiah, dapur saya tidak ngebul.



Namun, tahukah Kawan Suzan bagaimana penulisan rupiah yang benar dan sesuai kaidah bahasa kita? Sepele memang, tetapi menggunakan bahasa kita sendiri dengan baik dan benar tentu merupakan wujud kecintaan tersendiri bagi negeri ini.



Rp adalah Lambang Mata Uang bukan Singkatan



Penulisan Rupiah

Rp yang digunakan untuk menuliskan jumlah uang bukanlah sekadar singkatan dari rupiah tetapi juga simbol dari mata uang. Rp adalah simbol dari mata uang rupiah seperti halnya $ untuk dollar dan ¥ untuk yen. Oleh karena itu, penulisan rupiah yang tepat adalah Rp diikuti nominal tanpa titik dan tanpa spasi. Jadi, mulai sekarang berhentilah menulis Rp diikuti titik dan spasi ya, Kawan-kawan!



Rp1.000,00                         bukan Rp.1000,00



Rp15.000.000,00                 bukan Rp 15.000.000,00



 

Penulisan Mata Uang Rupiah dengan Ejaan Huruf



Lalu bagaimanakah penulisan rupiah yang tepat jika menggunakan ejaan huruf atau kata rupiah?



Untuk menuliskan mata uang tanpa menulis simbol Rp, cukup tuliskan bilangan dengan huruf diikuti kata rupiah. Ingat! Tidak perlu lagi mencantumkan simbol Rp jika kita sudah menggunakan kata rupiah. Jadi, kita cukup memilih salah satu, menggunakan simbol Rp atau menggunakan kata rupiah.



Untuk jumlah nominal yang cukup banyak, kita dapat menggunakan menggunakan kombinasi angka dan huruf.



1000 rupiah



15.000.000 rupiah



15 juta rupiah



 

Penulisan Mata Uang Rupiah dengan IDR



Jika Dollar Amerika Serikat mempunyai USD sebagai standar internasional mata uangnya, Indonesia mempunyai IDR. IDR merupakan kependekan dari Indonesian Rupiah.



IDR adalah kode mata uang Indonesia sesuai ISO 4217  yang telah diakui secara internasional. Penggunaan IDR belum ditetapkan secara resmi dalam Pedomana EYD. Secara umum, ada dua cara yang digunakan untuk menuliskan kode ini.



Pertama, kode ditulis di depan bilangan. Misalnya, IDR 100.000. Kedua, kode ditulis di belakang bilangan. Misalnya, 100.000 IDR.Karena bahasa Indonesia menganut hukum D-M, penerang berada di belakang yang diterangkan, maka penulisan kode ini sebaiknya ada di belakang bilangan. Jadi, 100.000 IDR bukan IDR 100.000.



Untuk kelipatan ribuan dapat disederhanakan dengan simbol K yang bermakna kilo. Jadi, 100.000 IDR sama dengan 100K IDR.



 

Titik sebagai Pemisah Ribuan, Koma sebagai Penanda Desimal



Penulisan rupiah dalam bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan dua cara, yakni menggunakan huruf atau angka. Pada penulisan bilangan dengan angka, tanda titik digunakan untuk memisahkan ribuan dan tanda koma digunakan sebagai penanda desimal. Untuk mata uang, biasanya akan ditulis dua angka di belakang koma.



Penulisan dua angka di belakang koma ini dipengaruhi sejarah nilai rupiah. Dulu dikenal sen yang setara dengan Rp0,01. Untuk penulisan bilangan mata uang utuh, dua angka di belakang koma ini tidak berarti dan boleh dihilangkan. Namun, dalam pencatatan keuangan penulisan semacam ini sangat dibutuhkan. Misal, dalam pencatatan suku bunga bank.



Rp15.000.000,00



Rp15.300.200,10



Nah, Kawan Suzan sudah tahu kan bagaimana penulisan rupiah yang benar dan sesuai dengan kaidah bahasa kita? Mulai sekarang, mari kita berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Jadikan diri kita agen bahasa. Kalau bukan kita, siapa yang akan bangga berbahasa Indonesia?



Oh, iya! Kalau ada yang kurang Kawan-kawan dapat menambahkan informasinya di kolom komentar ya!

Bagaimanakah Penulisan HUT RI yang Benar?

Rabu, 15 Agustus 2018

Sudah pukul 02.43 WIB dan saya belum tertidur. Padahal besok suami harus ke Kendal untuk ikut acara gerak jalan. Katanya sih dalam rangka memperingati HUT ke-73 RI.


Eh, Bai Nde We Buswe setiap menjelang perayaan kemerdekaan seperti ini pasti akan ada ucapan untuk bangsa kita. Yups, banyak banget instansi maupun individu yang mengucapkan “Selamat Ulang Tahun” untuk Republik Indonesia.


Ucapan ini ditulis dalam berbagai variasi. Ternyata eh ternyata ... jika diamati ada beberapa penulisan yang  kurang tepat, loh! Baiklah, mari kita bahas soal ini aja yuk! Rujukan kita tetep ya, Badan Bahasa.


 

Selamat HUT RI Ke-73


Coba menurut Kawan SuZan penulisan tersebut sudah tepat atau belum? Penempatan kata bilangan bertingkat sesudah kata RI dapat menimbulkan kesan ada banyak RI. HUT RI ke-73 dapat diartikan bahwa yang sedang berulang tahun adalah RI ke-73, bukan RI ke-20 atau RI-55.


Lalu bagaimana dong? Agar tidak menimbulkan salah tafsir, kita dapat mengubah susunan RI ke-73. Pindahkan kata bilangan tingkat sebelum RI sehingga susunannya menjadi HUT ke-73 RI. jadi, terlihat jelas kan kalau yang dimaksud adalah perayaan hari ulang tahun yang ke-73 Republik Indonesia?


 

Dirgahayu HUT RI Ke-73


Bagaimana dengan penulisan ungkapan tersebut? Kata dirgahayu adalah kata serapan dari bahasa sanskerta yang bermakna ‘panjang umur’ atau ‘berumur panjang’.


Jika dirgahayu disandingkan dengan HUT maka akan bermakna ‘Selamat panjang umur HUT’. Jadi, kalimat tersebut berkesan yang berulang tahun adalah HUT-nya bukan RI-nya. Padahal maksud ungkapan tersebut adalah selamat ulang tahun untuk RI.


Jadi, bagaimana seharusnya? Jangan sandingkan dirgahayu dengan HUT! Kita dapat menggunakan ungkapan ‘Dirgahayu Ke-73 RI atau Selamat HUT ke-73 RI”.


 

HUT Ke LXXIII Kemerdekaan Indonesia


Coba Kawan SuZan cermati ungkapan di atas! Di manakah letak kesalahannya? Tepat sekali. Kesalahan ungkapan di atas terdapat pada penulisan angka Romawi yang digunakan.


Jika kata bilangan tingkat yang ditulis menggunakan angka Arab harus didahului ke, kata bilangan tingkat yang ditulis menggunakan angka Romawi tidak perlu didahului ke.  Jadi, agar penulisan ungkapan tersebut benar seharusnya HUT LXXIII Kemerdekaan RI atau HUT Ke-73 Kemerdekaan RI.


Nah, sekarang Kawan SuZan sudah paham kan penulisan yang tepat untuk menyatakan ulang tahun? Bentukan ungkapan selamat ulang tahun tersebut juga dapat digunakan untuk menyatakan selamat ulang tahun pada lembaga atau instansi lain. Misalnya, Selamat HUT ke-52 RRI. Dirgahayu SusanaDevi[dot]com.


NHW #2: Menjadi Ibu Profesional Sebagai Individu, Istri, dan Ibu

Senin, 13 Agustus 2018

Hai, Kawan Suzan! Kalau pekan kemarin saya sempat membahas bahwa sudah seharusnya ada Pendidikan Profesi Ibu agar seorang wanita benar-benar terlatih menjadi ibu. Dengan adanya Pendidikan profesi Ibu, diharapkan seorang ibu mampu menjadi ibu yang profesional.


Seorang dikatakan profesional jika dapat melakukan profesinya dengan kepandaian dan kealian tertentu. Hari ini saya akan membahas indikator pencapaian ibu profesional bagi diri saya pribadi.


Untuk mengukur ketercapaian  sesuatu dibutuhkan indikator, termasuk mengukur ketercapaian sebagai ibu profesional. Indikator ini bertujuan untuk melihat apakah kondisi-kondisi yang menjadi standar ibu profesional sudah dapat dicapai atau belum.


Oleh karena itu, penting sekali menetapkan indikator keberhasilan yang dapat diukur secara langsung. Kalau dari materi Matrikulasi IIP yang saya dapat kemarin, indikator itu harus SMART.




  1. Specifik (Unik, Detail à Indikator harus lengkap dan terperinci)

  2. Measurable (Terukur à Indikator harus dapat diukur, misal : seminggu satu kali, sehari dua kali, dst)

  3. Achievable (Bisa Diraih à Indikator harus masuk akal untuk dicapai. Tidak terlalu mudah ataupun terlalu sulit)

  4. Realistic (Berhubungan dengan kehidupan à Indikator harus sesuai dengan kehidupan nyata)

  5. Timebond (Batas Waktu à Indikator harus memiliki batas waktu capaian)


Ibu adalah wanita dengan banyak peran. Ia adalah seorang individu yang membutuhkan aktualisasi kehidupan pribadi, ia adalah istri untuk suaminya, ia juga ibu untuk anaknya. Menjadi Ibu profesional berarti menjadi handal dan cakap baik sebagai individu, istri, maupun ibu.



Indikator Pencapaian Ibu Profesional sebagai Individu


Indikator Pencapaian Ibu Profesional Sebagai Individu


Sebagai individu, ibu mempunyai kebutuhan untuk mengaktualisasikan dirinya. Ia mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan rohaninya. Indikator pencapaian yang saya buat mempertimbangkan faktor tersebut.




  1. Iman dan Taqwa



  • Salat Wajib Tepat Waktu


Kadang karena alasan kesibukan, saya biasanya akan menunda waktu salat. Padahal, salat adalah bentuk cinta kasih kepada pencipta-Nya. Oleh karena itu, keberhasilan saya sebagai ibu profesional yang pertama adalah dapat menunjukan cinta saya kepada Sang pencipta.




  • Membaca Al Quran minimal satu hari satu kali


Membaca ayat Al Quran selain keharusan bagi saya adalah penyiram rohani. Maka, sebagai individu yang bertaqwa saya menjadikan membaca Al Quran sebagai indikator keberhasilan ibu profesional.




  • Rutin Datang Ke Kajian Mingguan


Iman dan ketaqwaan perlu dipupuk. Salah satu caranya adalah bermajelis dengan orang-orang saleh-saleha. Selain menjaga kadar keimanan dan ketaqwaan, medatangi kajian juga memberi ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat untuk kehidupan.




  1. Pembelajar



  • Membaca Informasi Minimal Satu Hari Satu Bacaan


Manusia adalah makhluk pembelajar. Di era arus informasi yang berkembang pesat, seorang ibu harus mengup-grade dirinya dengan senantiasa belajar. Cara belajar paling mudah adalah dengan membaca.




  • Satu Hari Satu Tulisan


Saya mencintai aksara. Oleh karena itu, saya ingin menghasilkan karya yang nantinya akan dicintai banyak orang. Hal itu hanya akan dapat dicapai jika saya senantiasa berlatih menulis.




  1. Produktif



  • Update Blog Minimal Seminggu 3x


Sebagai seorang Ibu Rumah Tangga Tulen yang berharap bisa produktif dari rumah, saya sangat ingin bisa berpenghasilan melalui blog. Hal itu tidak mudah. Tugas utama saya sekarang adalah mengisi rumah ini dengan konten yang bermafaat dan menarik untuk dibaca.




  • Menulis Fiksi Minimal Seminggu 1x


Kalau kata saya, fiksi adalah penyeimbang hidup. Jadi, saya harus tetap menulis minimal satu fiksi dalam satu minggu.




  1. Kesehatan



  • Senam/ Lari Seminggu 1x


Bukan rahasia lagi jika badan saya semakin melebar. Sepertinya ini efek saya semakin sabar. J Bagi wanita, tubuh ideal masih selalu menjadi impian. Oleh karena itu, paling tidak satu minggu sekali saya harus berolahraga, baik senam atau lari pagi.



Indikator Pencapaian Ibu Profesional sebagai Istri


Indikator Pencapaian Ibu Profesional Sebagai istri


Sebagai seorang istri, pencapaian ibu profesional tidak bisa terlepas dari perannya terhadap istri. Peran ibu sebagai istri harus selaras dan sejalan dengan ridlo dan kepentingan suami. Berikut indikator keberhasilan ibu profesioanal sebagai seorang istri.




  1. Mengontrol Emosi Lebih Baik


Ini kelemahan saya sebagai seorang wanita, mudah terbawa emosi. Terkadang hanya karena masalah sepele emosi saya tersulut. Tidak jarang, suami yang menjadi sasaran.




  1. Murah Senyum Di Segala Kondisi


Nah, ini PR banget bagi saya. Jika emosi sedang tidak stabil maka wajah bawaannya kusam dan cemberut. Jadi, mulai sekarang saya akan belajar untuk selalu tersenyum apapun kondisinya, terlebih jika suami di rumah.




  1. Tidak Memegang Gawai saat Bersama Suami


Terkadang saya lupa dengan suami karena keasyikan memegang gawai. Sekalipun aktivitas saya dengan gawai paling juga jualan online atau belajar bersama kawan-kawan komunitas, mulai sekarang saya akan berusaha mengurangi jika sedang bersama suami.




  1. Memberi Izin Suami dengan Hobinya


Suami saya adalah pecinta ayam hutan. Terkadang, mengurus peliharaannya membutuhkan waktu, tenaga, dan perhatian ekstra. Terkadang saya merasa cemburu nih sama ayamnya. Namun, jika dipikir-pikir lebih baik dia ngurus ayam daripada ngurus yang lain J




  1. Bangun Lebih Awal dari Suami


Saya termasuk orang yang bisa tidur pagi tapi susah bangun pagi. Yups! Biasanya saya sanggup begadang sampai pagi, terlebih jika sedang ada pekerjaan. Nah, imbasnya saya sering bangun terlambat. Sebagai istri, saya ingin selalu bangun lebih awal dari suami. Oleh karena itu, jam begadang saya harus diturunkan.




  1. Menyiapkan Sarapan


Suami saya tidak pernah menuntut saya harus memasak. Jika mengetahui saya sedang repot dia seringkali berinisiatif membeli makanan dari luar. Namun, kata Bapak saya masakan terenak bagi suami adalah makanan istrinya. Oleh karena itu, minimal saya harus masak sarapan untuk suami saya.




  1. Menjaga Aurat


Suami saya sangat ingin mempunyai istri yang saleha. Semoga saya dapat mewujudkannya. Salah satu caranya adalah saya harus menjaga aurat setiap saat.




  1. Berkunjung ke Rumah Mertua


Orang tua suami adalah orang tua saya, nenek bagi kedua anak saya. Paling tidak sebulan sekali kami harus ke sana.



Indikator Pencapaian Ibu Profesional sebagai Ibu


Indikator Pencapaian Ibu Profesional Sebagai Ibu


Apalagi keberhasilan seorang ibu selain melihat anak-anaknya tumbuh dengan baik? Berikut adalah indikator keberhasilan ibu profesiinal sebagai ibu menurut saya.




  1. Makanan Sehat


Anak-anak suka sekali makan-makanan instan atau olahan. Nah, ini adalah tantangan bagi saya untuk menyiapkan makanan sehat yang disukai anak-anak.




  1. Bermain


Kirana, anak pertama saya, sedang berada pada masa golden age-nya. Sayangnya, kehadiran adiknya ketika ia berusia 22 bulan membuat perhatian saya ke dia berkurang. Oleh karena itu, saya harus mempunyai waktu khusus untuk bermain dengannya.




  1. Gawai



  • Tidak Memegang Gawai saat Bersama Anak


Apapun alasannya, saya harus berusaha untuk tidak memegang gawai ketika bersama anak. Seringkali ini membuat anak merasa tidak diperhatikan.




  • Mengontrol pemberian HP Maksimal 30 Menit


Terkadang, saya memanfaatkan HP untuk diberikan kepada anak jika berada dalam situasi sulit. Yups! Mengasuh dua balita dengan jarak berdekatan memang terkadang penuh intrik. Sayangnya, biasanya si Kakak akan keterusan main HP. Jadi, mulai sekarang penggunaannya harus dibatasi




  1. Pendidikan



  • Mendampingi Bermain Anak Sesuai Kurikulum yang Dibuat


Impian saya adalah menjadi guru bagi anak-anak. Oleh karena itu, saya ingin bahwa saya mendidiknya dengan permainan-permain yang memang dirancang untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.




  1. Emosi



  • Tidak Berteriak pada Anak


Nah, ini juga agak sulit. Saat emosi dan situasi di luar kendali, biasanya saya akan teriak. Ini sangat tidak bagus. Kebiasaan ini harus dihilangkan.




  • Memberi Pelukan Sebelum Tidur


Pelukan memberi efek bahagia yang penting bagi tumbuh kembang anak. Pelukan adalah hal wajib bagi anak sebelum tidur.


Alhamdulillah … akhirnya selesai juga membuat indikator pencapaian untuk seorang ibu profesional. NHW #2 yang sangat mefeeeet DL. Doakan semoga indikator tersebut dapat saya capai ya, Kawan! Nah, kalau Kawan-kawan sendiri, bagaimana indikator pencapaian menjadi ibu profesional? Share yuk di kolom komentar! J


Pemakaian Kata Jam dan Pukul

Kamis, 09 Agustus 2018
membedakan jam dan pukul

Awalnya, saya tidak begitu peduli dengan pemakaian kedua kata ini. Sampai suatu ketika seorang teman bertanya bagaimana membedakan pamakaian kata jam dan pukul dengan tepat.

Ternyata pemakaian kata jam dan pukul di masyarakat dianggap sebagai dua kata yang bisa saling menggantikan. Memang secara umum, kata jam dan pukul memiliki kesamaan makna yakni sama-sama berarti waktu. Namun, benarkah dua kata itu bisa menggantikan secara sempurna?



Perbedaan Makna Jam dan Pukul


Di masyarakat pengguna bahasa kita, kata jam dan pukul sering dianggap sebagai kata yang memiliki makna sama dan dapat dapat saling menggantikan. Tak heran jika dua kata ini seringkali digunakan untuk menyatakan maksud yang sama.

Merujuk apa yang dijelaskan Badan Bahasa, kata jam dan pukul memiliki makna yang tidak sama persis satu sama lain. Kata jam merujuk makna ‘masa atau jangka waktu’, sementara kata pukul merujuk makna ‘saat atau waktu’.

Contoh mudahnya dapat digambarkan seperti ini.

1. Berapa jam acara ini berlangsung? 

→ Jawaban yang dibutuhkan dari pertanyaan ini adalah jangka waktu atau durasi.

Acara ini berlangsung selama tiga jam.

2Pukul berapa acara ini berlangsung?

→ Jawaban yang dibutuhkan dari pertanyaan ini adalah waktu atau saat tertentu.

Acara ini berlangsung pada pukul 15.00 WIB.


beda jam dan pukul
Perbedaan Penggunaan Jam dan Pukul

Gunakan Kata Jam untuk Menunjukan Makna Masa atau Jangka Waktu


Gunakan kata jam jika kita ingin mengungkapan masa, jangka waktu (durasi).

Contoh
  1. Aku memerlukan waktu empat jam untuk menyelesaikan pekerjaan itu.

  2. Waktu tempuh Boja-Semarang sekitar satu jam.

Gunakan Kata Pukul untuk Menunjukan Makna Saat atau Waktu


Berbeda dengan jam, kata pukul digunakan untu menunjukan waktu atau saat tertentu. Pukul ini digunakan untuk menunjukan waktu secara tepat.

Contoh
  1. Pukul 07.00 Ayah datang.

  2. Seminar itu dimulai pukul 09.00.
Nah, mudah bukan membedakan pemakaian kata jam dan pukul? Mari kita gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sebagai wujud kecintaan pada negeri kita!

Kamu Bakal Nyesel Belum Nge-BLOG Jika Tahu Manfaat Luar Biasa MemilikiBLOG

Kamis, 02 Agustus 2018

Yeyeyeye! Hari ini 1 Agustus. Tepat hari ini umur Mamak Duo Mahajeng genap berkepala tiga. Allah ya Rabb … ternyata saya udah tua banget! Semoga diberi sisa usia yang berkah barokah. Dapat menjadi insan yang memberi manfaat bagi sesama.


Ngomong-ngomong soal blog, saya punya cerita cukup unik. Sejak saya kuliah, seorang guru matematika SMP-ku dulu, Pak Wandi, selalu berusaha ngeracuni otakku untuk membuat blog. Sayang sungguh sayang, waktu itu beliau belum berhasil meracuniku.  Padahal, beliau sering banget lho menceritakan manfaat ngeblog.


Oke, saya sedikit bercerita mengenai sosok  beliau ya! Pak Wandi adalah guru matematika ketika saya duduk bangku SMP Negeri 3 Singorojo. Sekolah ini berada di kampung yang jauh dari peradaban. Mengapa begitu? Karena orang yang belum pernah ke kampungku pasti akan ragu ada kampung setelah memasuki rimbunan hutan karet yang luas.


Beliau adalah guru yang menginpirasi. Semenjak penempatannya di sekolah ini hingga beliau wafat (yang juga di sekolah ini) tak pernah sedikit pun beliau berangan-angan untuk mutasi ke sekolah yang dekat dengan rumahnya. Rumah beliau di Weleri kalau tidak salah, daerah Kendal bagian bawah. Cukup jauh dengan sekolah di mana beliau bekerja.




Ngeblog dan Pak Wandi


Pak Wandi yang kebetulan indekos di rumah Bulik yang berada tepat di samping rumahku, hampir setiap hari menceritakan blog waktu itu. Kalau tidak salah sekitar tahun 2008. Ketika saya sempat menjadi Guru SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal) di Ende, Nusa Tenggara Timur pada tahun 2012-2013, Pak Wandi juga selalu menyemangati untuk ngeblog. Saat itu, saya sempat terpengaruh. Akhirnya saya membuat blog dengan blogspot. Namun, saya lupa apa blognya karena akhirnya dibiarkan begitu saja.


Pak Wandi ngeblog dengan modal nekad. Dia benar-benar belajar otodidak. Prinsip beliau, bisa karena terbiasa. Beliau sudah membuktikan sendiri bahwa blog dapat menghasil uang. Sayangnya, beberapa blog berbayar yang dirintis beliau sudah mati. Hanya tinggal Guru Go! BLOG di wordpress.com dan Guru Go! Blog di blogspot.com yang masih bisa di akses.


Beliau kembali ke pangkuan Allah pada 29 Januari 2013 ketika tengah mengajar di sekolah. Satu kekecewaan besarku adalah belum menemui beliau semenjak saya pulang dari Nusa Tenggara Timur. Padahal, beberapa kali beliau meminta saya menyempatkan waktu bertemu dengannya.  Allah ya Rabb … ampuni segala dosa beliau dan berilah tempat terbaik-Mu. Sungguh hamba bersaksi beliau adalah orang baik.


Mengapa sayamenceritakan beliau? Karena beliaulah, saya berjanji suatu saat saya akan menjadi blogger yang berhasil.



Mengapa Harus Ngeblog?


Sebenernya sih, saya rasa semua orang yang aktif menggunakan media sosial sudah seharusnya membangun rumahnya di dunia maya. Bukan hanya ber-Facebook atau ber-Instagram saja, tetapi membangun blog.


Mengapa harus mulai ngeblog? Ternyata eh ternyata, banyak banget yang akan didapat melalui aktivitas ini. Menurutku, ada beberapa manfaat besar yang akan didapat dari ngeblog. Mau tahu? Yuk simak uraian berikut ini!





  1. Blog adalah Jurnal Online



Yups! Blog ibarat rekam jejak perjalanan hidup. Apa yang pernah ditayangkan di blog akan dengan mudah ditelusuri.


Menelusi tulisan-tulisan lama yang pernah dibuat pasti akan menghadirkan kenangan tersendiri. Kita bisa saja dibuat tertawa terbahak, tersenyum miris, atau bahkan merasa konyol dengan apa yang pernah ditulis. Perjalanan tulisan yang pernah dibuat ini tentu akan sengat berguna sebagai refleksi untuk kehidupan yang lebih baik.


Selain itu, anak cucu kita tentu akan lebih mudah mendapatkan informasi mengenai kita dari blog yang kita tinggalkan. Semacam warisan digital gitu, deh!





  1. Mengelola Stres dan Kemarahan



Setiap orang pasti pernah mengalami fase stres atau marah. Agar tidak menjadi bumerang bagi diri sendiri, penting sekali untuk mengelola stres dan kemarahan dengan baik.


Bagiku, menulis adalah salah satu pelampiasan yang dapat dilakukan jika sedang stres dan marah. Dengan menuliskan curhatanmu di blog, tentu kamu dapat mengelola stres dan kemarahanmu dengan baik. Ya iyalah! Enggak mungkin kan kita nulis curhat asal-asalan  di blog yang notabene bakal dibaca banyak orang? Paling enggak menulis di blog akan membantu mengelola stres dan kemarahan dengan curhat yang (sedikit) elegan.





  1. Menebar Manfaat



Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat? Nah dengan ngeblog kita bisa lho memberi manfaat buat orang lain. Bisa jadi tulisan yang kita aggap biasa saja ternyata memberi manfaat untuk orang lain.


Semoga Mamak Mahajeng mampu menghadirkan tulisan-tulisan yang memberi manfaat. Doakan yak!







  1. Melatih Keterampilan Menulis



Kegiatan blogging tidak akan mungkin bisa lepas dari aktivitas menulis. Jelas donggss! Media utama ngeblog kan memang tulisan.


Mau tak mau, ngeblog memaksa kita untuk mau menulis . Bisa karena biasa, begitu kata Pak Wandi. Lama-lama, karena terbiasa menulis tentu kemampuan menulis kita akan lebih baik.


Cek saja, tulisan-tulisan kita. Kita akan dapat mengamati bagaimana tulisan kita dari waktu ke waktu.





  1. Menambah Pengetahuan



Ketika memutuskan ngeblog, kita harus paham bahwa kita dituntut untuk selalu meng-update blog dengan artikel-artikel dan konten menarik lainnya. Menyadari kebutuhan tersebut, seorang blogger tentu akan belajar lebih lagi,  minimal mencari referensi dari sumber lain.


Kualitas konten adalah penentu sebuah blog akan didatangi pengunjung atau tidak. Untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas tentunya seorang blogger harus meramunya dari berbagai referensi yang dapat dipercaya.


Seorang blogger yang ingin menghasilkan konten yang baik tentu akan banyak membaca dan menelaah referensi yang didapatkannya. Dengan membaca dan menelaah referensi yang dicarinya, blogger akan semakin bertambah wawasan dan pengetahuannya.  Oleh karena itu, setiap blogger yang berhasil pastilah pembelajar yang baik.





  1. Membangun Kredibilitas



Di era serba digital seperti ini, hampir semua aktivitas manusia memanfaatkan teknologi digital. Tak terkecuali para pencari kerja.


Banyak sekali pencari kerja yang memanfaatkan internet. Maka mulai sekarang, merintis blog adalah jalan terbaik untuk membangun portofolio. Kita tidak pernah tahu ada berapa mata yang sedang mencari kita untuk melakukan pekerjaan besar. Hiyyya … Mamak Duo Mahajeng ke-PD-an.





  1. Mengisi Waktu Luang dengan Bijak



Terkadang, waktu 24 jam memang terasa singkat. Ada saja pekerjaan yang terlewat untuk dilakukan. Namun, pasti ada waktu ketika  kita merasa bingung untuk melakukan apa.


Ngeblog adalah pilihan yang tepat untuk memanfaatkan waktu luang. Dengan ngeblog, waktu luang kita tidak terbuang dengan percuma. Terlebih dengan melihat manfaat ngeblog lainnya, maka ngeblog adalah cara bijak memanfaat waktu luang.





  1. Menambah Pertemanan



Seperti media lainnya, aktivitas ngeblog sangat memungkinkan kita mendapat banyak teman baru. Dengan adanya fitur follow dan komentar, kita dapat menjalin pertemanan dengan sesama blogger. Selain itu, dengan mengikuti komunitas-komunitas blogger kita juga akan menemukan banyak teman baru.


Semakin banyak teman, semakin banyak kebaikan. Semakin banyak teman, semakin banyak rezeki. Bukan begitu?





  1. Sumber Pendapatan



Sudah menjadi rahasia umum bahwa aktivitas ngeblog memang dapat menjadi sumber pundi-pundi keluarga. Saya sendiri sudah menjadi saksi atas keberhasilan beberapa orang dalam dunia blogging, salah satunya adalah Pak Wandi yang kuceritakan di awal.


Enggak munafik bahwa Mamak Duo Mahajeng juga ingin suatu saat menjadi blogger sukses, ingin merasakan manfaat ngeblog yang satu ini.  Namun, Mamak Mahajeng selalu ingat wejangan teman bahwa mendapat uang dari blog tidak akan diraih secara instan dan mudah. Butuh perjuangan dan keuletan. Doakan Mamak Duo Mahajeng bisa yak!


Bagi Mamak Mahajeng, yang terpenting sekarang adalah menulis dan menulis. Jika suatu saat blog ini bisa menghasilkan, itu adalah bonusnya. Setuju?


Ternyata banyak juga ya manfaat ngeblog. Nah, itu juga yang menjadi alasan Mamak Duo Mahajeng akhirnya enggak ragu memutuskan untuk ngeblog. Bagaimana denganmu, masih ragu untuk mulai ngeblog?